Polri Analisis CCTV-Periksa Saksi Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

CNN Indonesia
Sabtu, 14 Mar 2026 02:45 WIB
Mabes Polri analisis CCTV kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Penyidik periksa saksi dan bukti digital untuk identifikasi pelaku.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyampaikan keterangan pers terkait aksi penyiraman air keras kepada Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. (CNN Indonesia/Taufiq Hidayatullah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mabes Polri menyebut penyidik sudah mulai menganalisis rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar tempat kejadian perkara (TKP)  penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan saat ini petugas telah melakukan pengecekan TKP, memeriksa saksi serta bukti digital termasuk rekaman CCTV.

"Pengumpulan berbagai alat bukti digital, dalam hal ini termasuk CCTV, sedang dalam proses analisis lebih lanjut. Harapannya pelaku dapat segera teridentifikasi," ujarnya dalam konferensi pers, Jakarta, Jumat (13/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan setidak saat ini dua orang saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian telah dimintai keterangan awal. Isir mengatakan jumlah saksi yang diperiksa masih akan bertambah seiring proses penyidikan.

"Saksi yang di-interview adalah yang bersama-sama dengan pihak korban, yang menolong korban," tuturnya.

Selain itu, penyidik juga telah meminta hasil visum et repertum awal untuk mengetahui kondisi luka korban. Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka pada beberapa bagian tubuh.

"Ada beberapa bagian tubuh yang terkena yaitu dada, wajah, dan tangan," lanjut Isir.

Ia menambahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga telah memberikan atensi khusus dan memerintahkan agar kasus tersebut diusut secara tuntas.

"Seluruh personel penyidik akan serius dan bersungguh-sungguh untuk membuat perkara ini terang benderang serta menangkap pelakunya, siapa pun dia," tegasnya.

Polri juga mengimbau masyarakat yang mengetahui rangkaian peristiwa tersebut agar memberikan informasi kepada penyidik. Kepolisian memastikan perlindungan bagi warga yang memberikan keterangan.

"Sekali lagi kami mengajak kita semua seluruh masyarakat untuk mendoakan korban, AY, yang saat ini sedang dalam perawatan di salah satu rumah sakit, segera pulih dan dapat berkumpul bersama keluarga dan melanjutkan aktivitasnya seperti semula," katanya.

Sebelumnya Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis malam tadi.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyebut insiden itu terjadi usai Andrie Yunus menghadiri acara podcast berjudul 'Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia' di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), sekitar pukul 23.00 WIB.

"Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3).

Dimas mengatakan akibat insiden itu Andrie langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Ia menyebut dari hasil pemeriksaan Andrie menderita luka bakar sebanyak 24 persen.

"Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen," tuturnya.

Berdasarkan kronologinya, Dimas menyebut kejadian itu bermula ketika Andrie tengah mengendarai sepeda motornya di Jalan Salemba I - Talang, Jakarta Pusat.

Ketika itu, dua orang pelaku menghampiri secara melawan arah Jalan Talang (Jembatan Talang) dengan mengendarai kendaraan roda dua, yakni diduga merupakan motor matic Honda Beat tahun 2016 sampai dengan 2021.

"Pelaku merupakan 2 orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang," tuturnya.

Ia menyebut ciri-ciri dari terduga pelaku yang pertama mengenakan kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm berwarna hitam.

Sedangkan pelaku kedua yakni penumpang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai 'buf' berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos berwarna biru tua, dan celana panjang berwarna biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans.

"Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya," jelasnya.

(tfq/kid) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]