Hendrik Irawan Sebut SPPG Miliknya Ditutup Bukan Imbas Joget Cuan MBG
Hendrik Irawan, pria yang viral berjoget cuan Makan Bergizi Gratis (MBG), mengaku Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) miliknya di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ditutup bukan karena aksi joget-joget yang menjadi kontroversi.
Ia mengatakan jika dalam inspeksi mendadak (sidak) BGN, terungkap bahwa dapurnya belum menyediakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Sehingga infrastruktur SPPG yang dimilikinya dianggap belum sesuai petunjuk teknis (juknis) dari BGN.
"Betul, kemarin kami disidak BGN dan untuk sementara operasional dapur dihentikan. Memang kami akui IPAL belum ada, sekarang sedang dibenahi," kata Hendrik dilansir detikJabar, Jumat (27/3).
Hendrik mengaku belum tahu berapa lamanya dapurnya ditutup. Ia hanya mengungkap bahwa penutupan tersebut berdampak pada 150 relawan yang tidak dapat kembali bekerja.
"Anak-anak menunggu, kasihan sebetulnya kalau ditutup terlalu lama. Kemudian ada 150-an relawan yang terdampak, sekarang mereka enggak bisa kerja. Tapi saya menerima semua ini, termasuk hujatan netizen," kata Hendrik.
Kemudian terkait dengan video jogetnya yang viral, ia mengaku sudah lama membuat video tersebut.
"Jadi video itu saya buat sudah lama, waktu itu juga sedang libur (operasional SPPG). Kemudian ada yang menggabungkan video itu sama omongan soal Rp6 juta," kata Hendrik.
Hendrik secara terbuka menyatakan permintaan maaf atas perbuatannya. Sekaligus menyatakan kesediaannya untuk menanggung konsekuensi, termasuk penutupan sementara SPPG miliknya.
"Saya mohon maaf kepada netizen, ini jadi pelajaran buat saya. Ya saya juga terima kalau SPPG ditutup sementara, sambil kita juga terus berbenah," kata Hendrik.
Berita selengkapnya di sini.
(fam/isn)