MUI Desak RI Ambil Langkah Diplomatik Buntut 3 TNI Tewas di Lebanon

CNN Indonesia
Selasa, 31 Mar 2026 13:16 WIB
Majelis Ulama Indonesia mendesak pemerintah RI untuk mengambil langkah diplomatik tegas terkait gugurnya prajurit TNI akibat serangan Israel di Lebanon. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah RI mengambil langkah diplomatik yang tegas melalui jalur bilateral maupun multilateral menuntut pertanggungjawaban atas gugurnya prajurit TNI akibat serangan Israel ke pos jaga Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).

MUI juga mengecam keras serangan Israel ke Lebanon itu.

"Kepada pemerintah Indonesia agar mengambilkan langkah diplomatik yang tegas melalui jalur bilateral maupun multilateral guna menuntut pertanggungjawaban atas insiden ini," kata Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim mengutip siaran pers di laman resmi MUI, Senin (30/3).

MUI tegas mengecam keras tindakan militer Israel menyerang pasukan perdamaian internasional.

Ia menyatakan serangan ini bentuk nyata dari sikap yang semakin hari semakin mengabaikan dan meremehkan hukum internasional. Termasuk prinsip-prinsip perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian yang berada di bawah mandat PBB.

"Tindakan ini tidak hanya melanggar norma hukum internasional, tetapi juga mencederai prinsip kemanusiaan universal. Pasukan perdamaian hadir untuk menjaga stabilitas dan mencegah konflik, bukan untuk menjadi sasaran kekerasan," ujarnya.

Ia pun menyatakan serangan terhadap pasukan perdamaian adalah pelanggaran serius yang tidak dapat ditoleransi. MUI mendesak agar dilakukan penyelidikan yang transparan, independen, dan akuntabel atas peristiwa ini.

Selain itu, MUI meminta PBB segera melakukan investigasi independen dan menjatuhkan sanksi yang sesuai terhadap pelaku pelanggaran.

MUI juga menyerukan kepada masyarakat internasional untuk tidak bersikap diam terhadap tindakan yang mencederai hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan.

Ketiga prajurit TNI tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) gugur.

Dalam pernyataannya, UNIFIL menyampaikan dua prajurit TNI yang gugur pada Senin meninggal dunia akibat ledakan dari sumber yang belum diketahui.

Sementara itu, prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadhon, tewas akibat ledakan proyektil di dekat salah satu pos Indonesia di desa Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3).

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan pemerintah Indonesia telah mengutuk keras insiden tersebut. Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono mendesak pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB buntut masalah ini.

"Keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar dan harus dijunjung tinggi setiap saat," tulis Sugiono dalam unggahannya di X, Selasa (31/3).

(mnf/isn)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK