Pakar: WFH Tiap Jumat Malah Berpotensi Jadi Long Weekend Buat ASN

CNN Indonesia
Kamis, 02 Apr 2026 14:27 WIB
Pakar kebijakan publik mengingatkan potensi kebijakan WFH hari Jumat ASN malah menjadi libur panjang akhir pekan karena pengawasan yang lemah.
Ilustrasi liburan. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pakar kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah mengingatkan potensi kebijakan work from home (WFH) hari Jumat bagi aparatur sipil negara (ASN) berubah menjadi long weekend atau libur panjang akhir pekan.

"Ada potensi long weekend, karena pengawasannya kan pasti lemah," kata Trubus saat dihubungi Kamis (2/4).

Menurutnya, tujuan penghematan bahan bakar minyak (BBM) belum tentu tercapai jika ASN justru lebih banyak beraktivitas di luar rumah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, ia menyebut jika ASN tetap berada di rumah, konsumsi energi lain seperti listrik justru akan naik.

"Kebijakannya baik kan dalam rangka penghematan, cuma untuk sampai penghematan seperti yang dinyatakan pemerintah Rp6,2 triliun itu, menurut saya belum bisa dinyatakan akan sukses, tergantung bagaimana pelaksanaan di lapangan," ujarnya.

Trubus mengatakan perlu ada aturan yang jelas dalam penerapan kebijakan WFH, mulai dari petunjuk pelaksanaan (juklak), petunjuk teknis (juknis).

Selain itu, harus ada sanksi tegas bagi yang melanggar.

"Kalau sanksinya hanya mutasi atau sanksinya hanya teguran lisan, teguran tertulis, kayaknya nggak ini, nggak efektif juga," katanya.

Selain itu, ia menilai pemerintah harus melakukan evaluasi berkala terhadap kebijakan tersebut untuk memastikan efektivitasnya.

"Ada faktor masalah kepatuhan. Apakah mereka akan patuh? Mungkin patuh seminggu dua minggu. Kalau sudah minggu ketiga, keempat, kayaknya bakal nggak patuh lagi karena mungkin it's boring untuk di rumah," ujar dia.

Sebelumnya, Pemerintah resmi menerapkan sistem WFH bagi ASN satu hari seminggu setiap hari Jumat demi efisiensi energi menghadapi konflik global. Pemerintah juga membatasi penggunaan mobil dinas dan mendorong penggunaan transportasi publik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan kebijakan WFH tersebut akan menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp6,2 triliun.

"Potensi penghematan dari kebijakan Work from Home ini yang langsung ke APBN adalah Rp6,2 triliun, berupa penghematan kompensasi BBM," ujarnya dalam konferensi pers daring, Selasa (31/3).

(yoa/gil) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]