Viral Lokomotif KA Probowangi Semburkan Api, KAI Beri Penjelasan
Media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan sebuah lokomotif kereta api mengeluarkan semburan api saat melintas di jalur wilayah Jember.
Insiden tersebut diketahui dialami oleh KA Probowangi pada Minggu (30/3) sekitar pukul 18.40 WIB. Saat melintas di petak jalan antara Stasiun Kalibaru dan Mrawan, bagian bawah lokomotif tampak mengeluarkan kilatan api yang cukup besar di tengah kondisi cuaca gerimis.
Namun, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember membantah narasi yang menyebut telah terjadi kebakaran pada armada mereka. Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menegaskan api itu merupakan dampak teknis dari gesekan roda akibat rel yang licin.
"Perlu kami sampaikan bahwa percikan yang terlihat pada video tersebut bukanlah api akibat kebakaran, melainkan efek gesekan roda dengan rel saat proses penanganan slip. Hal tersebut merupakan fenomena teknis yang dapat terjadi dan telah berhasil ditangani oleh awak sarana sesuai prosedur," kata Cahyo, Sabtu (4/4).
Cahyo menjelaskan, saat kejadian KA Probowangi tengah mengalami kondisi slip roda. Hal ini terjadi karena roda kehilangan daya cengkeram (adhesi) pada rel yang basah setelah diguyur gerimis.
Untuk mengatasi hal itu, masinis melakukan tindakan taktis untuk memulihkan daya gesek agar kereta bisa kembali melaju. Gesekan intens antara logam roda dan rel inilah yang kemudian menciptakan visual menyerupai api di bawah lokomotif.
Pihak KAI memastikan, meski terlihat mengerikan dalam video yang beredar, kondisi tersebut sepenuhnya terkendali dan tidak membahayakan nyawa penumpang maupun perjalanan kereta secara keseluruhan.
"KAI Daop 9 Jember memastikan bahwa keselamatan dan keamanan penumpang selalu menjadi prioritas utama. Meskipun terdapat kendala teknis di lapangan, seluruh jajaran operasional telah menjalankan prosedur dengan cepat dan tepat sehingga perjalanan tetap dapat dilanjutkan dengan aman," ujarnya.
Cahyo menambahkan, kereta segera kembali mencapai kecepatan normal setelah kendala tersebut teratasi. KAI juga meminta masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi simpang siur yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di media sosial.
"Kami terus berupaya menghadirkan layanan transportasi yang tidak hanya aman, tetapi juga nyaman bagi seluruh pelanggan," pungkasnya.
(frd/gil)