Kapal Tabrak Pemukiman di Banda Neira, Diduga Gangguan Mesin
Insiden laut terjadi di Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, ketika KM Sabuk Nusantara 106 menabrak permukiman warga di sekitar pelabuhan, Selasa (28/4).
Pihak kepolisian menduga peristiwa ini dipicu oleh gangguan pada sistem mesin kapal saat hendak bersandar.
Kapolsek Banda Iptu A Rahayamtel menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.45 WIT, tepat ketika kapal tengah melakukan proses sandar di Pelabuhan Banda Neira.
"Motifnya akibat kelalaian pihak kapal namun tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa ini dan kerugian material Rp60 juta," katanya.
Rahayamtel menjelaskan, kapal yang baru tiba dari Pelabuhan Amahai awalnya bersiap merapat ke dermaga. Saat jarak kapal tinggal sekitar 500 meter, nakhoda memerintahkan agar mesin dinetralkan. Namun, kapal masih terus bergerak sehingga dilakukan manuver tambahan untuk mengatur posisi sandar.
Dalam proses tersebut, muncul kendala pada mesin kanan kapal. Gangguan terjadi pada sistem pengendali kecepatan atau throttle, yang menyebabkan kapal tetap melaju meskipun telah diarahkan untuk mundur.
"Pada saat kejadian, olah gerak kapal menggunakan dua mesin terdiri dari mesin kiri dan mesin kanan, namun mesin kanan mengalami 'error' pada 'handle throttle' (kapal tetap bergerak maju walau pun sudah dioper handle throttle untuk gigi mundur)," ujarnya.
Upaya darurat pun dilakukan dengan menjatuhkan jangkar guna mengurangi laju kapal. Namun, langkah tersebut tidak berhasil menghentikan pergerakan kapal, hingga akhirnya menabrak area permukiman warga di sekitar pelabuhan.
Akibat benturan tersebut, satu unit rumah warga mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian sekitar Rp10 juta. Selain itu, sebuah perahu panjang (long boat) beserta mesin ketinting milik warga juga turut rusak, dengan nilai kerugian mencapai sekitar Rp50 juta.
(antara/isn)