Masinis-Petugas Stasiun Diperiksa Besok Buntut Kecelakaan Maut Bekasi

CNN Indonesia
Rabu, 29 Apr 2026 19:41 WIB
Polisi akan memeriksa masinis dan petugas stasiun terkait kecelakaan maut Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Sopir taksi listrik online dan masinis kereta akan diperiksa usai kecelakaan maut Bekasi Timur. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi bakal memeriksa masinis hingga petugas stasiun terkait kasus kecelakaan maut antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pemeriksaan akan dilakukan di Kantor PT KAI, pada Kamis (30/4) besok.

"(Pemeriksaan) dilaksanakan di kantor PT. KAI pada besok hari Kamis tanggal 30 April 2026," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan saksi yang akan diperiksa mulai dari pihak masinis, petugas stasiun hingga polisi khusus kereta api (Polsuska).

"Agenda pemeriksaan petugas (masinis, petugas stasiun, Polsuska) dari PT KAI," jelasnya.

Sementara untuk supir taksi Green SM berinisial RRP, kata dia, telah diperiksa petugas sejak Selasa (28/4) kemarin di Polres Metro Bekasi Kota.

Sebelumnya Budi menyebut pengusutan penyebab kecelakaan maut itu dilakukan pihak kepolisian bersama dengan KAI dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"(Terkait faktor-faktor penyebab kecelakaan) sedang dalam penyidikan, berkoordinasi dengan KAI dan KNKT," jelasnya.

Ia mengatakan salah satu yang akan didalami adalah ada tidaknya dugaan kelalaian manusia (human error) maupun gangguan sistem komunikasi dalam operasional perkeretaapian dalam peristiwa itu.

"Apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP," jelasnya.

Berdasar keterangan resmi Kementerian Perhubungan, insiden bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85.

Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.

Sebagai dampak peristiwa itu, petugas lalu memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.

Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.

Akibat insiden itu, sebanyak 16 penumpang KRL meninggal dunia. Sementara 90 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan medis.

(tfq/dal) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]