Ara Grace Jadi Perempuan RI yang Masuk Daftar Under 30 Campaign Asia

Advertorial | CNN Indonesia
Senin, 11 Mei 2026 13:22 WIB
Campaign Asia, salah satu publikasi industri paling berpengaruh di kawasan Asia-Pasifik, merilis daftar Under 30 mereka.
Jakarta, CNN Indonesia --

Campaign Asia, salah satu publikasi industri paling berpengaruh di kawasan Asia-Pasifik, merilis daftar Under 30 mereka. Pengakuan ini diberikan kepada individu-individu muda yang dinilai mampu membentuk masa depan industri marketing, media, dan komunikasi di Asia.

Di antara sedikit nama dari Indonesia yang berhasil masuk dalam daftar tersebut, tahun initerdapat sosok CEO JJ Group Indonesia, Ara Grace. Di usia 29 tahun, Ara dinilai berhasil menghadirkan kombinasi kepemimpinan, kreativitas, dan visi bisnis yang relevan dengan arah perkembangan industri saat ini.

Pengakuan Tidak Datang Tiba-tiba

Masuk ke dalam daftar Campaign Asia Under 30 bukanlah sesuatu yang bisa dicapai hanya dengan CV yang rapi atau pencitraan sesaat. Pengakuan ini lahir dari rekam jejak, dari pekerjaan nyata yang meninggalkan dampak di industri.

Perjalanan Ara Grace pun terbilang tidak biasa. Sebelum memimpin JJ Group, ia lebih dulu dikenal di dunia hiburan internasional. Di mana pada usia 16 tahun, Ara menandatangani kontrak dengan The Walt Disney Company dan Universal Music Group.

Menggunakan nama panggung Chilla Kiana, ia menjadi orang Indonesia pertama yang mewakili franchise Disney Princesses.Namanya pun melekat pada judul-judul besar: Elena of Avalor, Frozen, Beauty and the Beast, hingga The Little Mermaid.

Melalui pengalaman tersebut, membentuk insting kreatif sekaligus kemampuannya memahami bagaimana membangun koneksi emosional dengan audiens dalam skala besar.

Namun Ara tidak berhenti sebagai seorang performer. Ia memilih memahami mesin di balik industri kreatif yang selama ini ia jalani.

Ara kemudian bergabung dengan JJ Group dan membangun kariernya dari divisi digital sebelum akhirnya dipercaya menjadi CEO pada 2025 untuk memimpin perusahaan yang telah berdiri selama tiga dekade itu.

Alasan Campaign Asia Under 30 Memilihnya

Di bawah kepemimpinan Ara, JJ Group tidak hanya bertahan di tengah perubahan industri, tetapi juga mencatat pertumbuhan signifikan. Ara merombak struktur departemen menjadi cross-functional pods.

Langkahnya bukan hanya perubahan di atas kertas, melainkan transformasi yang dieksekusi di atas akun aktif dengan revenue nyata yang dipertaruhkan.

Hasilnya pertumbuhan revenue hampir 30% di pasar Jakarta dalamtahun pertama kepemimpinannya, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan industri periklanan Indonesia yang hanya satu digit di periode yang sama.

Kampanye Digital NEO Coffee untuk Wings Group, Serasoft, Poise, yang ia garap langsung mulai dari full strategy digital hingga arahan visual.

Salah seorang Creative Director JJ Group Imam Fasih mencatat bahwa cara Ara bekerja mengubah posisi agensi di mata klien menjadi mitra strategis. Itulah profil yang Campaign Asia cari. Dan itulah yang Ara hadirkan.

Respons yang Mencerminkan Karakter

Ketika pengakuan itu datang, Ara tidak merayakannya sendirian. Dalam unggahannya di Instagram, ia menulis dengan cara yang jujur dan rendah hati.

adv barajima

"Great things are never done by one person. They belong to every late night when someone on the team chooses to stay and make the work better,"

Ia menyebut penghargaan itu milik timnya, milik klien yang mempercayakan masalah tersulit mereka, dan milik orang-orang yang percaya padanya sebelum ia punya bukti apa pun untuk ditunjukkan.

Lebih dari Sekadar Nama di Daftar

Masuknya Ara Grace dalam daftar Campaign Asia Under 30 bukan hanya pencapaian pribadi. Ia adalah sinyal bahwa talenta Indonesia tidak perlu menunggu giliran untuk diakui di panggung regional.

Di industri yang masih sering mengukur nilai seseorang dari lamanya pengalaman dan besarnya nama perusahaan, seorang perempuan Indonesia berusia 29 tahun baru saja membuktikan bahwa ukuran itu bukan satu-satunya yang berlaku.

Ara Grace tidak membuktikannya dengan kata-kata. Ia membuktikannya dengan cara yang paling jujur yaitu dengan bekerja, dan hasilnya kini diakui hingga ke tingkat Asia-Pasifik.

Insting bisnis dan kreativitas Ara memiliki akar kuat dari pengalamannya di industri hiburan global. Sejak usia 16 tahun, ia menandatangani kontrak eksklusif dengan The Walt Disney Company dan Universal Music Group. Ia tampil menggunakan nama panggung Chilla Kiana.

Ara mencetak sejarah sebagai orang Indonesia pertama yang direkrut untuk menyanyikan lagu tema Disney Princesses bersama banyak penyanyi lain dari berbagai negara. Pengalaman di dunia rekaman internasional memberikan bekal ilmu berharga. Ia belajar cara membangun koneksi emosional dengan audiens dalam skala masif.

Ara Grace, tidak pernah berhenti di satu titik, ini yang selalu dia bilang, 'Energiku dan mimpiku itu sangat besar, dan aku ingin mencapainya satu satu, selama aku bisa" dia kini fokus merancang masa depan industri periklanan lewat teknologi kecerdasan buatan (AI).

Perusahaan sedang mengembangkan platform digital untuk membuka akses layananperiklanan profesional bagi pasar yang lebih luas. Platform inovatif ini mengemas tiga dekade keahlian terintegrasi grup ke dalam infrastruktur canggih.

Ara memastikan inovasi ini akan terus berjalan. Ia menjadikan penghargaan Campaign Asia ini sebagai langkah awal dari realisasi visi besar JJ Group di masa mendatang.

Bagaimana dengan dunia nyanyinya?

Meski kini fokus di industri kreatif dan periklanan, Ara menegaskan bahwa dunia musik tetap menjadi bagian penting dalam hidupnya.

adv barajima

"Itu passion aku, aku akan melanjutkan kecuali bila tidak ada yang menginginkan aku menyanyi, aku akan berhenti, karena buat aku melalui lagu selain aku bisa berekspresi, bisa melampiaskan semua yang tidak bisa kukatakan, aku bisa membuat orang yang mendengar terhibur, terlebih bila laguku bisa memberikan value," ujarnya.

(adv/adv) Add as a preferred
source on Google