Gus dan Tokoh Kediri Deklarasikan Organisasi Yakuza Maneges, Apa Itu?

CNN Indonesia
Senin, 11 Mei 2026 14:37 WIB
Yakuza Maneges, organisasi sosial dan dakwah baru di Kediri, dibentuk untuk membantu individu kembali ke jalan yang benar dan mendukung keadilan sosial.
Yakuza Maneges, organisasi sosial dan dakwah baru di Kediri, dibentuk untuk membantu individu kembali ke jalan yang benar dan mendukung keadilan sosial. (Arsip Pemkot Kediri)
Surabaya, CNN Indonesia --

Sejumlah tokoh di Kediri, Jawa Timur, termasuk para gus atau putra kiai mendirikan organisasi sosial dan dakwah bernama Yakuza Maneges. Kelompok ini resmi mendeklarasikan diri di Kediri, Jawa Timur, Sabtu (9/5).

Inisiator sekaligus pendiri Yakuza Maneges, Thuba Topo Broto Maneges atau Den Gus Thuba mengatakan, organisasi ini dibentuk sebagai sarana dakwah dan spiritual bagi mereka yang ingin kembali ke jalan yang benar.

Nama Yakuza sendiri sebenarnya yang identik dengan organisasi kriminal di Jepang. Namun Gus Thuba mengadopsinya dengan filosofi yang jauh berbeda dalam Yakuza Maneges.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Organisasi Yakuza Maneges ini lagi bukan sekadar sebagai wadah berkumpul namun sebagai sebuah sarana perubahan dan pengabdian. Organisasi yang Yakuza Maneges membawa filosofi dan makna yang mendalam. Yakuza, yang awalnya kotor ujungnya zuhud abadi," ujar Den Gus Thuba dalam pidato deklarasinya, dikutip Senin (11/5).

Gus Thuba mengatakan, organisasi ini secara khusus mewadahi individu yang merasa tersesat atau pernah terjerumus dalam kemaksiatan namun memiliki keinginan kuat untuk memperbaiki diri. Dalam pergerakannya, Yakuza Maneges membawa misi kemanusiaan dan keadilan sosial.

"Yakuza Maneges merupakan tempat bagi saudara-saudara kita yang sering kita sebut sebagai santri jalur kiri. Mereka ini tersesat yang berada di jalan menuju jalan yang keliru bahkan terjatuh dalam dosa yang berat. Namun masih memiliki niat dan tekad untuk berbenah diri kembali ke jalan yang benar dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat," tuturnya.

Yakuza Maneges menempatkan diri di bawah naungan Majelis Semaan Al-Qur'an dan Dzikrul Ghofilin yang didirikan oleh KH Hamim Jazuli (Gus Miek). Hal ini sekaligus mempertegas garis ideologi organisasi yang berfokus pada pendekatan kultural dan spiritual terhadap kaum marginal.

"Perlu diketahui bahwa organisasi Yakuza Maneges ini berdiri di bawah naungan Majelis Semaan Al-Qur'an dan Dzikrul Ghofilin oleh KH Hamim Jazuli (Gus Miek). Nilai utama yang saya pegang menanamkan nilai spiritual yang telah diajarkan oleh Almarhum Gus Miek di masa silam kepada kaum marginal," ucapnya.

Gus Thuba yang juga Putra Almarhum Gus Miek ini memastikan bahwa organisasi Yakuza Maneges bersifat non-partisan dan berkomitmen mendukung penegakan hukum di Indonesia. Mereka berkomitmen membantu masyarakat yang menghadapi persoalan hukum maupun sosial.

"Kami juga menegaskan bahwa Yakuza Maneges tidak berdiri berseberangan dengan negara melainkan hadir untuk mendukung dan berjalan bersama aparat penegak hukum," tegasnya.

Selain pendampingan hukum, organisasi ini juga memposisikan diri sebagai pengawal moral di tengah masyarakat. Visi besarnya adalah menjadi pembela bagi kaum lemah dan penindak bagi segala bentuk penyimpangan, termasuk yang terjadi di lingkungan pejabat maupun tokoh agama.

"Visi Yakuza Maneges adalah penjaga yang lemah, pembela yang benar, pembenah yang salah. Membantu mengawal dan menindak kasus di tengah masyarakat, pejabat, bahkan kepada ulama yang melenceng," kata Den Gus Thuba.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati yang juga menghadiri deklarasi itu menuturkan, bahwa tidak banyak orang berani menggunakan nama 'Yakuza' yang identik dengan kelompok mafia di Jepang. Namun, menurutnya, Gus Thuba melahirkan Yakuza dengan makna berbeda, yakni membawa semangat dakwah.

Vinanda menambahkan, jalan dakwah yang dijalankan Gus Thuba merupakan warisan perjuangan almarhum KH Hamim Djazuli atau Gus Miek. Warisan dakwah yang lahir dari keyakinan bahwa siapa pun, termasuk mereka yang dianggap paling jauh dari kebaikan, tetap berhak dirangkul, bukan ditinggalkan.

"Selamat atas deklarasi resmi Organisasi Yakuza Maneges Pusat dan Wilayah Kediri Raya. Semoga langkah ini menjadi awal yang baik untuk terus berkontribusi, menjaga kebersamaan, dan menghadirkan energi positif bagi Kediri Raya maupun Indonesia," kata Vinanda dalam keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut, Wali Kota termuda ini juga menyampaikan visi Pemerintah Kota Kediri untuk mewujudkan Kota Kediri MAPAN, yakni maju, agamis, produktif, aman, dan ngangeni.

"Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Karena itu, keberadaan Yakuza Maneges dinilai dapat berjalan beriringan dengan pemerintah dalam membangun Kota Kediri yang MAPAN," katanya.

(frd/isn) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]