Timwas Haji DPR Akan Kawal Layanan Jemaah Lansia hingga Disabilitas

CNN Indonesia
Minggu, 17 Mei 2026 11:40 WIB
Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026 berkomitmen memprioritaskan pengawalan pelayanan untuk jemaah haji lansia, disabilitas dan perempuan.
Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026 berkomitmen memprioritaskan pengawalan pelayanan untuk jemaah haji lansia, disabilitas dan perempuan. (CNN Indonesia/Lukman Rozaq).
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026 berkomitmen memprioritaskan pengawalan pelayanan untuk jemaah haji lansia, disabilitas dan perempuan.

Karenanya, anggota Timwas Haji DPR RI 2026 Maman Imanulhaq mengatakan akan berupaya semaksimal mungkin memastikan kehadiran petugas dalam melayani tiga kategori jemaah haji tersebut, khususnya lansia dan disabibilitas.

Maman mengatakan terkait dengan jemaah haji disabilitas, pihaknya sudah mendapatkan beberapa informasi bahwa transportasi telah diberikan khusus kepada mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini tentu kami apresiasi," katanya saat hendak berangkat ke Tanah Suci pada Minggu (17/5).

Sementara itu untuk golongan Lansia pihaknya sampai saat ini masih memantau pelayanan.

Pihaknya berharap petugas yang melayani jemaah haji lansia betul-betul mengedepankan komunikasi secara psikologis.

"Penghormatan terhadap orang-orang tua dengan cara-cara yang lebih humanis, juga kami harap bisa dikedepankan," katanya.

Selain prioritas pada tiga jemaah haji tersebut, anggota Timwas Haji DPR 2026 Selly Andriany Gantina sesaat sebelum tinggal landas berangkat ke Tanah Suci pada Sabtu (16/5) kemarin menyebut juga menyatakan bahwa pihaknya akan fokus mengawasi penyediaan fasilitas bagi jemaah haji.

Pengawasan salah satunya dilakukan terhadap fasilitas pemondokan dan hotel bagi jemaah.

Ia mengatakan Timwas telah menerima laporan ada fasilitas hotel yang disediakan bagi Jemaah haji yang tidak layak.

Ketidaklayakan layanan hotel itu kata dia, akan jadi salah satu catatan penting yang disoroti oleh Timwas Haji DPR 2026.

"Ada beberapa hotel yang kabarnya sangat tidak layak untuk dilanjutkan di beberapa tahun yang akan datang. Mungkin hal-hal itu yang menjadi perhatian kita," katanya, Sabtu (16/5).

Selain kelayakan hotel, pihaknya juga menyoroti overkapasitas kamar hotel yang disediakan bagi Jemaah.

Menurutnya, dalam kontrak yang dilakukan oleh Kementerian Haji dengan vendor, harusnya satu kamar harusnya hanya berkapasitas empat tempat tidur.

Tapi berdasarkan temuan dan informasi awal yang didapat oleh Timwas Haji DPR 2026, kapasitas tempat tidur yang disediakan dalam satu kamar ternyata mencapai 6 buah.

"Informasi yang masuk kepada kami di DPR, ada beberapa jemaah yang memang mengalami overkapasitas, terutama di beberapa sektor seperti halnya di sektor 4 maupun di sektor 9," katanya.

Selain layanan hotel, Timwas Haji DPR juga menyoroti penyediaan makanan atau layanan katering bagi Jemaah haji.

Informasi yang didapat Timwas Haji DPR, layanan katering meskipun sudah menyajikan selera nusantara, masih cukup membosankan bagi Jemaah haji.

"Ini juga menjadi bahan evaluasi kami," katanya

(agt) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]