Polisi: Perang Suku Wamena Dipicu Kecelakaan Anggota DPRD Tahun 2024

CNN Indonesia
Senin, 18 Mei 2026 13:19 WIB
Polda Papua menyatakan perang antasuku di Wamena, Jayawijaya dipicu kasus kecelakaan anggota DPRD Lanny Jaya pada 2024 silam yang tak menemukan penyelesaian.
Polda Papua menyatakan perang antasuku di Wamena, Jayawijaya dipicu kasus kecelakaan anggota DPRD Lanny Jaya pada 2024 silam yang tak menemukan penyelesaian. ANTARA FOTO/IWAN ADISAPUTRA
Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Papua menyatakan perang antasuku yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan dipicu kasus kecelakaan anggota DPRD Lanny Jaya pada 2024 silam.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito mengatakan saat itu penyelesaian denda adat buntut kecelakaan tak bisa diselesaikan.

"Kalau ada hal seperti itu biasanya Pemda turun tangan untuk menanggulangi, apalagi ini korbannya anggota DPRD kabupaten. Pada saat itu tidak ada penyelesaian karena memang waktu itu (kecelakaan) terjadi pemerintahan ini semuanya pejabatnya Pj, kan enggak bisa mengeluarkan anggaran untuk itu, jadi enggak terbayarlah, enggak sesuai lah ininya yang dirugikan," kata Cahyo saat dihubungi, Senin (18/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terjadilah perang suku mulai saat itu. Biasanya cuma kecil-kecil, kecil-kecil begitu, sampai puncaknya ini, seperti itu," sambungnya.

Disampaikan Cahyo, pemerintah pusat telah turun tangan untuk menyelesaikan konflik dengan mengutus Wamendagri Ribka Haluk. Selain itu, Polda Papua juga menerjunkan personel untuk melakukan pengamanan.

"Kapolda Papua menerjunkan 100 personel Brimob. Selain Brimob Batalyon D yang memang sudah ada di Wamena dan Polres sekaligus dari Kodim dan Batalyon yang ada di sana, aparat gabungan kan TNI Polri," ucap dia.

Cahyo mengklaim situasi saat ini juga sudah berangsur kondusif pasca dialog yang digelar pada Minggu (17/5) kemarin.

Kegiatan itu dihadiri Wamendagri Ribka Haluk, Gubernur Papua Pegunungan Jhon Tabo, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, Danrem 172/PWY Brigjen TNI Roby Suryadi, LO Polda Papua Pegunungan Kombes Andi Yoseph Enoch, Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, Kapolres Lanny Jaya AKBP Frans D. Tamaela serta sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat.

"Sekarang masa pemulihan, situasi sudah kondusif, kita tempatkan di tujuh titik personel itu untuk antisipasi menjaga sehingga disekat-sekatlah ibaratnya, penyekatan di tujuh lokasi," tutur Cahyo.

Perang suku di Wamena saat ini dilaporkan telah menelan korban jiwa hingga 13 orang dan19 orang lainnya luka-luka.

Bentrok suku di Wamena ini melibatkan Suku Pirime (Lanny) dan Suku Kurima (Woma), yang awalnya terjadi di Distrik Woma, Jayawijaya pada Kamis (14/5) namun meluas di sejumlah lokasi di Jayawijaya hingga Jumat (15/5).

"Berdasarkan data update terbaru korban perang suku yang meninggal dunia 13 orang," kata Kasi Humas Polres Jayawijaya, Ipda Efendi Al Husaini kepada detikcom, Minggu (17/5).

Sementara dari 19 orang luka-luka, tiga orang di antaranya mengalami luka berat. Puluhan korban luka masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Wamena.

"Korban luka berat berjumlah tiga orang. Sementara luka ringan berjumlah 16 orang," katanya.

Pihak kepolisian masih melakukan jumlah bangunan yang dirusak atau dibakar saat perang berlangsung. Namun ratusan warga dilaporkan mengungsi.

"Untuk pengungsi total 789 orang diantaranya 298 anak-anak, 122 lansia. Sementara jumlah berdasarkan jenis kelamin 315 pria dan 476 wanita," ungkapnya.

(dis/gil) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]