GPCI Ungkap Kronologi Israel Bajak-Culik Rombongan Kapal ke Gaza
Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengungkap kronologi pembajakan hingga penculikan sejumlah rombongan kapal dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotila (GSF) di Laut Mediterania yang tengah dalam perjalanan menuju Gaza, Palestina, Senin (18/5).
Koordinator Dewan Pengarah GPCI, Maimon Herawati mengungkap bahwa rombongan telah menerima red alert atau peringatan darurat malam sebelum pencegatan oleh militer Israel atau IDF.
Menurut Maimon, rombongan yang tersebar dalam 50-an kapal kecil dan berasal dari 45 negara itu melihat drone dan kapal-kapal Israel mulai berseliweran. Menjelang pagi, jumlah mereka kian banyak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah akan tetapi mulai dari pukul 09:00 tadi pagi waktu Istanbul, itu kapal-kapal yang terdeteksi Israel itu semakin banyak," kata Maimon saat dihubungi dari sekretariat GPCI, Jakarta, Senin (18/5) malam.
GSF atau Global Sumud Flotila merupakan inisiasi untuk mengirim bantuan melalui laut ke Jalur Gaza usai Israel memblokade total wilayah itu dan bantuan dari luar. Sekitar 50 kapal berangkat dari Turki bagian barat daya pada pekan lalu.
Maimon mengatakan, hingga sekitar pukul 20.00 WIB, total ada 17 kapal yang dicegat Israel saat pelayaran, yang lima di antaranya merupakan kapal berisi sembilan delegasi GPCI. GPCI merupakan rombongan Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan GSF.
Lima kapal yang dimaksud yakni, yakni Kapal Josef, Osgurluk, Zapyro, Kasr-1, dan BorAlize. Dari sembilan WNI yang ikut berlayar, lima delegasi terkonfirmasi telah diculik atau ditangkap militer Israel atau IDF. Mereka berasal dari berbagai latar belakang dari aktivis hingga jurnalis.
Kelimanya yakni, Bambang Noroyono (jurnalis Republika) di Kapal BorAlize, Andre Nugroho (jurnalis Tempo) di Kapal Ozgurluk, Rahendra Herubowo (jurnalis Inews) di kapal Ozgurluk, Thoudy Badai (jurnalis Republika) di kapal Ozgurluk, dan Andi Angga Prasadewa (Rumah Zakat).
Sedangkan, empat delegasi Indonesia lain dalam misi tersebut dikonfirmasi masih berlayar. Mereka yakni Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa di kapal Zapyro, Asad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo di Kapal Kasr-1.
"Lima delegasi diculik, empat masih berlayar sampai pukul 21.00 WIB," ujar Koordinator Media GPCI, Harfin Naqsyabandy.
Respons Kemenlu
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam keras pasukan Israel yang menculik WNI yang tergabung dalam GPCI dalam armada kapal GSF.
Kementerian Luar Negeri, lanjut dia, mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional.
"Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur," kata juru bicara Kemlu Yvonne Mewengkang kepada CNNIndonesia.com, Senin (18/5).
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga telah mengakui pasukan Israel mencegat armada GSF, rombongan kapal bantuan kemanusiaan yang menuju Jalur Gaza, Palestina.
Netanyahu mengatakan tindakan pasukan Israel luar biasa karena berhasil menggagalkan rencana jahat.
"Saya yakin Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa dan pada intinya menggagalkan rencana jahat yang dirancang untuk menembus blokade yang sudah kami berlakukan terhadap teroris Hamas di Gaza," kata Netanyahu kepada komandan yang memimpin pencegatan tersebut, dikutip AFP.
(fra/thr/fra) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]


