BNPB: Hujan Deras 24 Jam Terakhir Sebabkan Banjir di 3 Provinsi

CNN Indonesia
Selasa, 19 Mei 2026 13:20 WIB
Ilustrasi banjir. (ANTARA FOTO/JOJON)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan hujan dengan intensitas tinggi dalam 24 jam terakhir telah memicu bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di tiga provinsi: Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Dalam siaran pers 'Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air per 19 Mei 2026', BNPB mencatat banjir akibat hujan deras selama 24 jam terakhir itu adalah di Kabupaten Parigi Moutong (Sulawesi Tengah), Kabupaten Cirebon (Jawa Barat), serta Hulu Sungai Tengah dan Tapin (Kalimantan Selatan).

"Kejadian pertama adalah banjir yang terjadi di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah pada Senin (18/5). Adapun wilayah yang terdampak adalah Desa Tuladenggi Pantai Kecamatan Moutong," kata Kapusdatinkom BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Selasa (19/5).

"Sebanyak 66 warga terdampak atas kejadian ini," sambungnya.

Banjir juga merendam permukiman warga dan fasilitas lainnya. Dia mengatakan Tercatat 66 unit rumah, 1 fasilitas kesehatan, 1 fasilitas ibadah dan 1 fasilitas umum terdampak banjir tersebut.

"BPBD Parigi Moutong telah melakukan asesmen dan upaya penanganan darurat. Kondisi terkini dilaporkan banjir sudah mulai surut," ujar Abdul.

Peristiwa banjir selanjutnya adalah di Kabupaten Tapin, Kalsel.

"Sedikitnya 155 unit rumah warga di Desa Lawahan Kecamatan Tapin Selatan terendam banjir dengan tinggi muka air bervariasi. Terdapat 589 jiwa terdampak atas kejadian ini," kata Abdul.

"Berdasarkan pantauan visual di lapangan, debit air masih mengalami kenaikan. BPBD Kabupaten Tapin berkoordinasi dengan instansi terkait guna penanganan darurat," sambungnya.

Selain di Tapin, dia juga mengatakan di Provinsi Kalsel, banjir terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) kemarin.

Dia merinci lokasi terdampak antara lain Desa Kayu Jabah; Desa Jaranih; Desa Masiraan; Desa Palajau di Kecamatan Pandawan, Desa Mandingin; Desa Pajukungan; Kelurahan Bukat; Kelurahan Barabai Utara; Kelurahan Barabai Selatan; Kelurahan Barabai Darat; Kelurahan Barabai Timur di Kecamatan Barabai, Desa Paya Besar; Desa Aluan Besar di Kecamatan Batu Benawa.

"Hasil kaji cepat sementara mencatat 2.489 rumah, 12 unit fasilitas ibadah, 13 unit fasilitas pendidikan, 15 unit perkantoran terdampak banjir dengan tinggi muka air berkisar antara 10 - 60 sentimeter," kata Abdul.

"BPBD Hulu Sungai Tengah segera melakukan asesmen dan melakukan upaya penganan darurat," imbuhnya.

Sementara itu di Jawa Barat, banjir tercatat di Kabupaten Cirebon.

"Hujan intensitas tinggi yang terjadi pada Senin (18/5) memicu peningkatan debit sungai hingga meluap ke perumahan warga," kata Abdul.

Adapun lokasi terdampak berada di Kelurahan Kalijaga; Kelurahan Harjamukti di Kecamatan Harjamukti, Kelurahan Pegambiran; Kelurahan Kasepuhan di Kecamatan Lemahwungkuk, Kelurahan Drajat di Kecamatan Kesambi, Kelurahan Jagasatru di Kecamatan Pekalipan.

"Atas peristiwa ini sebanyak 1.363 unit rumah terdampak dan 5.139 warga terdampak. Banjir juga memaksa 30 warga mengungsi ke rumah kerabat," tuturnya.

'Kondisi terkini, banjir berangsur surut dengan ketinggian air berkisar antara 40-150 sentimeter. BPBD Kabupaten Cirebon segera melakukan penanganan darurat dan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman," sambung Abdul.

Dia mengatakan BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana, khususnya bahaya hidrometeorologi basah.

Pasalnya, sambung Abdul, menyikapi masih tingginya curah hujan di berbagai wilayah di Indonesia yang memicu rangkaian bencana,

"Sedangkan untuk warga yang tinggal di daerah bantaran sungai juga diminta untuk rutin memantau ketinggian muka air serta memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi," kata dia.

(kid/gil)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK