Profil Muhammad Nas, Asintel Kaskostrad Kini Jabat Kapuspen TNI

CNN Indonesia
Sabtu, 23 Mei 2026 06:00 WIB
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (kiri) memberikan selamat kepada Brigjen TNI Muhammad Nas (kanan) yang baru dilantik menjadi Kapuspen TNI, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2026) (ANTARA/Ho-Humas Mabes TNI)
Jenderal TNI Agus Subiyanto melantik Brigjen TNI Muhammad Nas sebagai Kapuspen TNI. (ANTARA/Ho-Humas Mabes TNI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto resmi melantik Brigjen TNI Muhammad Nas sebagai Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI.

Upacara serah terima jabatan (sertijab) ini berlangsung di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (21/5).

Siapa Muhammad Nas?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juru bicara TNI yang baru ini telah lama malang melintang di dunia intelijen militer.

Pria kelahiran Nagari Gadut, Agam, Sumatera Barat, 8 Juni 1975 merupakan alumni Akademi Militer (Akmil) tahun 1998.

Nas dikenal memiliki rekam jejak yang solid di korps Infanteri, dengan spesialisasi mendalam di bidang intelijen militer.

Sepanjang karier militernya, jenderal bintang satu ini telah menduduki sejumlah posisi strategis, baik di komando teritorial maupun di lingkungan intelijen strategis.

Pada 2016, Muhammad Nas dipercaya menjadi Komandan Kodim (Dandim) 0824/Jember. Kemudian menjadi Komandan Kodim (Dandim) 0101/Kota Banda Aceh pada 2021-2022.

Ia juga pernah menjabat Asintel Kasdam II/Sriwijaya. Pada 2025 ia menjabat Paban Utama A-2 Direktorat A Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI.

Sebelum ditunjuk menjadi Kapuspen TNI, Muhammad Nas menjabat sebagai Asisten Intelijen Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Asintel Kaskostrad) sejak Maret 2025.

Namanya juga sempat menjadi perbincangan hangat dan viral di media sosial pada Agustus 2025 lalu. Kala itu, situasi memanas dalam sebuah aksi demonstrasi di depan Mako Brimob.

Alih-alih menggunakan pendekatan represif, Nas yang saat itu turun langsung ke lapangan, mampu meredam tensi massa dengan cara membuka dialog yang humanis.

Pendekatan persuasif dan kepala dinginnya tersebut berhasil mendinginkan suasana tanpa ada bentrokan.

(tim/isn) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]