Bontang Buka 'Karpet Merah' untuk Investor Pengalengan Ikan

Advertorial | CNN Indonesia
Minggu, 24 Mei 2026 07:00 WIB
Bontang Buka 'Karpet Merah' untuk Investor Pengalengan Ikan
(Foto: Arsip DPMPTSP Kota Bontang)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kota Bontang, Kalimantan Timur, membuka peluang investasi besar-besaran di sektor maritim dengan mendorong pengembangan industri manufaktur pengalengan ikan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memanfaatkan potensi perikanan di wilayah Selat Makassar yang dinilai melimpah dan strategis.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan pemerintah daerah siap memberikan kemudahan bagi investor, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk menanamkan modal di Kota Bontang.

"Pemerintah Kota Bontang siap menyambut karpet merah untuk kepada para calon investor agar masuk ke Kota Bontang melihat potensi industri manufaktur pengalengan ikan menjadi salah satu pilihan berinvestasi di Provinsi Kalimantan Timur," tegas Agus Haris dalam pernyataan resminya di Podcast DPMPTSP Kaltim beberapa waktu lalu.

Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh DPMPTSP Provinsi Kalimantan Timur bersama DPMPTSP Kota Bontang memetakan empat faktor utama yang menjadikan kota ini sebagai lokasi paling ideal di Kalimantan Timur.

Empat Pilar Keunggulan Strategis Bontang

Keberlanjutan Bahan Baku: Pasokan komoditas laut utama tersedia melimpah sepanjang tahun.

Infrastruktur Penunjang: Keberadaan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang representatif.

Kesesuaian Lahan: Tata ruang wilayah siap menampung kawasan industri manufaktur.
Regulasi Pro-Investasi: Kebijakan daerah menjamin kepastian hukum dan kemudahan usaha.

Potensi Bahari dan Dominasi Hasil Tangkap

Secara geografis, wilayah laut Kota Bontang jauh lebih luas daripada wilayah daratannya dengan total luas wilayah mencapai 497,57 km².

Letaknya yang berbatasan langsung dengan Selat Makassar membuat mayoritas masyarakat pesisir berprofesi sebagai nelayan dan pembudidaya secara turun-temurun.

Data volume produksi perikanan Bontang menunjukkan angka yang sangat masif :

Perikanan Tangkap: Menembus angka 20.335,99 ton (melibatkan 3.181 rumah tangga perikanan).

Perikanan Budidaya: Mencapai 4.453,04 ton (melibatkan 351 rumah tangga pembudidaya ikan dan rumput laut).

Komoditas Unggulan: Hasil tangkapan didominasi oleh jenis ikan cakalang, tongkol, dan tuna yang produksinya terus meningkat secara berkelanjutan.

Investasi yang Menguntungkan

Berdasarkan studi kelayakan teknis, teknologis, dan finansial yang dirilis untuk rencana pendirian industri pengalengan ikan cakalang, proyek ini dinyatakan sangat prospektif:

Nilai NPV (Tahun ke-5): Rp 3.334.343.157

Internal Rate of Return (IRR): Berada di angka tinggi 56,01%

Net Benefit/Cost (Net B/C): Sebesar 1,6

Payback Period (PBP): Modal kembali dalam waktu 4 tahun, 4 bulan, dan 9 hari Titik Impas (BEP) Unit: Sesar 549.653 unit kaleng

Titik Impas (BEP) Rupiah: Tercapai saat menyentuh keuntungan Rp 5.496.528.333 per tahun

Kepastian Hukum

Guna memangkas birokrasi, Pemerintah Kota Bontang melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal.

Melalui regulasi ini, DPMPTSP memberikan jaminan karpet merah berupa insentif fiskal dan kemudahan perizinan bagi sektor-sektor prioritas utama, yaitu ketahanan pangan, perikanan, dan pertanian.

Langkah agresif Pemerintah Kota Bontang ini diharapkan mampu mentransformasi kekayaan mentah Selat Makassar menjadi produk hilirisasi bernilai tambah tinggi di pasar nasional maupun internasional.

(adv/adv) Add as a preferred
source on Google