Mualem Sebut Pemulihan Infrastuktur Aceh Baru Terpenuhi 30 Persen
Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengatakan pemulihan infrastruktur di Aceh pascabencana besar pada November 2025 baru mencapai sekitar 25 hingga 30 persen hingga saat ini.
Mualem menjelaskan masih banyak kebutuhan infrastruktur yang belum terpenuhi di sejumlah wilayah Aceh, mulai dari jembatan hingga fasilitas pendidikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Infrastruktur belum, jembatan belum. Sekolah-sekolah dan sebagainya lagi. Baru terpenuhi mungkin 30 persen. 25 sampai 30 persen," kata Mualem di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (25/5).
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera Tito Karnavian mengatakan pemulihan bencana Sumatra ditargetkan selesai dalam tiga tahun.
Ia menjelaskan pemerintah telah menyepakati akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp100,166 triliun untuk kurun waktu tiga tahun tersebut.
"Nah, total anggaran yang sudah kami usulkan, dan alhamdulillah sudah disetujui di tingkat pemerintah, dan kami tadi laporkan kepada Satgas DPR RI yang dipimpin oleh Prof Sufmi Dasco Ahmad, alhamdulillah juga didukung, itu nilainya sebanyak Rp100,166 triliun selama 3 tahun," kata Tito.
Secara rinci, ia menjelaskan anggaran itu akan dibagi per tahun. Pada 2026 dianggarkan sebesar Rp38,9 triliun, 2027 sebesar 32,9 triliun dan 2028 sebesar Rp28,2 triliun.
Tito mengatakan total anggaran Rp100,166 triliun akan disebar ke masing-masing kementerian/lembaga yang terlibat dalam pemulihan bencana Sumatra.
"Memang yang terbesar itu adalah infrastruktur, Kementerian PU. Itu lebih kurang totalnya Rp69 triliun selama 3 tahun, tahun ini Rp22 triliun.
Nah, kita harap di samping itu juga huntap (hunian tetap) tadi dari Kementerian PKP Rp7,4 triliun selama 2 tahun," kata Tito.
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

