Sejumlah Pesantren hingga PCNU Minta Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35

CNN Indonesia
Selasa, 26 Mei 2026 12:03 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf di  perayaan hari lahir ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) di Istora Senayan
Forum Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur mengusulkan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) agar pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama diselenggarakan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri. (CNN Indonesia/Muhammad Naufal)

Sebelumnya, Forum Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur mengusulkan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) agar pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama diselenggarakan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri.

"Forum mengusulkan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU diselenggarakan di Pondok Pesantren Lirboyo yang memiliki sejarah panjang dalam khidmah keilmuan, kaderisasi ulama, serta pengabdian kepada NU," kata Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Abdul Muid Shohib dalam keterangannya di Kediri, Jumat (8/5) lalu.

Muid mengatakan Forum Rais Syuriyah PCNU se-Jatim menghasilkan sejumlah rekomendasi penting kepada PBNU menjelang pelaksanaan Munas, Konbes, dan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain soal lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35 NU, forum juga meminta kepada PBNU segera melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas), Konferensi Besar (Konbes), dan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama secara baik, bersih, transparan, menjunjung tinggi etika dan kepatutan.

Hal itu dilakukan sebagai organisasi para ulama, serta berpedoman penuh pada AD/ART dan seluruh peraturan perkumpulan Nahdlatul Ulama.

Muid mengungkap forum juga meminta agar PBNU segera melaksanakan rapat pleno sebelum pelaksanaan Munas dan Konbes.

"Forum juga meminta pengambilan keputusan dan kebijakan penting serta strategis menuju Muktamar, PBNU melibatkan para sesepuh dari unsur Mustasyar PBNU sebagai bentuk penghormatan terhadap kebijaksanaan ulama sepuh serta demi menjaga kearifan dalam setiap pengambilan keputusan," kata dia.

Muid menambahkan, forum juga menegaskan bahwa NU adalah pesantren besar dan pesantren merupakan NU kecil. Untuk itu, forum memohon agar pelaksanaan Muktamar ke-35 dapat diselenggarakan di lingkungan pondok pesantren demi meneguhkan kembali ruh, tradisi, dan nilai dasar perjuangan jamiyyah.

Kesakralan pesantren

Sementara itu, KH Abdussalam Shohib alias Gus Salam, tokoh yang sempat menginisiasi terbentuknya Presidium Penyelamat Organisasi dan Panitia Muktamar Luar Biasa Nahdlatul Ulama (PO & MLB NU), mendesak agar pelaksanaan Muktamar NU mendatang dikembalikan ke khitah dengan menempatkannya di lingkungan pondok pesantren.

Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar Jombang ini menilai, sejarah mencatat bahwa pergeseran lokasi muktamar keluar dari lingkungan pesantren menjadi pintu masuk bagi dominasi praktik politik transaksional di tubuh NU. Karena itu, ia berharap forum tertinggi warga nahdliyin tersebut diselenggarakan di pesantren mana pun yang memiliki akar sejarah kuat.

"Kami mendukung sekali pelaksanaan muktamar NU di pesantren. Pesantren mana pun. Kenapa? Ya kita terbuka saja bahwa tebaran logistik yang kemudian begitu mewarnai Muktamar NU itu dimulai sejak yang vulgar dan sangat mendominasi itu sejak Muktamar itu dilakukan tidak di pesantren," kata Gus Salam.

Gus Salam membandingkan atmosfer muktamar yang digelar di luar pesantren dengan muktamar yang masih bersentuhan dengan lingkungan pesantren. Menurutnya, kesakralan dan wibawa spiritual pesantren secara psikologis mampu menjadi benteng moral bagi warga NU untuk tidak melakukan tindakan transaksional selama proses pemilihan berlangsung.

"Maka kami berharap muktamar ini benar-benar kalaupun enggak bisa menghapus riswah atau politik uang ya meminimalisir lah, meminimalisir dan itu salah satunya adalah ketika muktamar dilaksanakan di pesantren. Sak nemen-nemen wong NU iku sek ono wedi kualate (separah-parahnya itu masih takut kualat) lah kira-kira gitu," ujarnya.

Karena itu, mantan Wakil Ketua PWNU Jatim ini pun mengusulkan salah satu pesantren sebagai tempat pelaksanaan Muktamar NU ke-35. Yaitu Pondok Pesantren Syaichona Moh Cholil di Bangkalan, Madura, Jatim.

"Yang pondok umpamanya pondok sepuh namanya ya. Pondok yang punya apa namanya sejarah yang kuat kayak di Bangkalan. Ini kan tempatnya Mbah Cholil. Mbah Cholil itu kan guru dari semua pendiri NU," ucapnya.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan gelaran Muktamar ke-35 NU akan dilaksanakan Agustus 2026 mendatang. Namun lokasi kota atau wilayah pelaksanaannya belum ditentukan.

Gus Ipul mengatakan saat ini terdapat sejumlah alternatif lokasi yang sedang dipertimbangkan. Banyaknya wilayah yang mengajukan diri untuk menjadi tempat penyelenggaraan, membuat PBNU harus melakukan proses kurasi sebelum memutuskan.

"Ah, belum diputuskan kalau [lokasi muktamar] itu. Tunggu aja banyak alternatif, banyak juga yang meminta kesediaan menjadi tuan rumah," kata Gus Ipul di sela meninjau proyek Pembangunan Sekolah Rakyat Kedung Cowek Surabaya, Minggu (3/5).

(fra/frd/fra) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2