Deret 'Teror Pocong' di Banten hingga Bali, Polisi Gelar Patroli Siber
Jawa Tengah
Merespons isu 'teror pocong', Polda Jateng melakukan patroli siber dan juga mengamankan sejumlah orang terkait informasi yang beredar di media sosial.
Polres Sragen di bawah Polda Jateng mengamankan tiga remaja yang diduga membuat konten media sosial menggunakan pocong yang dinilai meresahkan masyarakat.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, mengatakan ketiga remaja itu diamankan di terowongan rel KA sekitar Pasar Bunder Sragen oleh petugas Satuan Intelkam Polres Sragen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Petugas sedang melakukan patroli dan memantau aktivitas di di media sosial," katanya di Semarang, Kamis (28/5) dikutip dari Antara.
Dari hasil pemeriksaan, kata dia, ketiga remaja tersebut membuat konten tentang "pocong jadi-jadian" yang disiarkan secara langsung melalui media sosial.
Kombes Artanto menjelaskan unggahan-unggahan yang menarasikan aksi "pocong begal" di beberapa wilayah seperti Kabupaten Grobogan, Kendal, Magelang, hingga Cilacap adalah hoaks. Dia mengatkan hal itu dikonfirmasi setelah aparat melakukan pengecekan dan memastikan kondisi di wilayah tersebut tetap aman serta kondusif.
"Situasi di wilayah yang disebutkan tetap aman, tertib, dan tidak ditemukan kejadian sebagaimana yang beredar di media sosial," ujarnya dikutip dari laman berita Polri, Tribratanews.
Meski informasi tersebut dipastikan hoaks, dia mengatakan Polda Jateng tetap menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan patroli malam di titik-titik rawan, termasuk kawasan permukiman, jalan sepi, dan area minim penerangan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri apabila menemukan hal mencurigakan.
"Kami tetap melakukan langkah antisipasi dengan meningkatkan patroli rutin agar masyarakat merasa tenang dan terlindungi," jelas Artanto.
Lini masa media sosial Facebook juga dihebohkan dengan kabar pocong di wilayah Grobogan.
Unggahan yang disertai tangkapan layar percakapan WhatsApp berbahasa Jawa mengenai teror pocong bersenjata tajam di wilayah Karangsono, serta video yang berisi diduga hantu pocong mengetuk jendela rumah yang tidak jelas waktu dan lokasinya.
Selain itu, akun Instagram @infogrobogan.id juga mengunggah dua tangkapan layar status WhatsApp soal teror hantu pocong yang tidak diketahui lokasinya.
"Beredarnya status WhatsApp berisi peringatan tentang "pocong" yang disebut berkeliaran pada malam hari membuat sebagian warga Grobogan resah."
Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, mengatakan bahwa unggahan tersebut merupakan tidak benar.
"Hoaks. Dalam postingan tersebut, daerah Karangsono yang dimaksud yaitu daerah Stasiun Karangsono turut Desa Suru, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan," kata Arif, Minggu (24/5).
Arif menyebut pihaknya telah melakukan patroli media sosial dan menemukan bahwa video serupa diunggah di berbagai media sosial dengan lokasi yang berbeda beda.
"Bahwa dari hasil penelusuran dari berbagai video yang sama dan diposting di berbagai platform media sosial didapati juga berlokasi di wilayah Magelang," ujar Arif.
Lihat Juga : |
Jawa Timur
Teror pocong jadi-jadian yang mengetuk pintu rumah warga hingga isu kriminalitas berkedok begal pocong juga terjadi di beberapa wilayah di Jawa Timur.
Geger isu pocong ini satu di antaranya berawal dari Lamongan.
Warga di Lingkungan Tumenggungan, Kecamatan Lamongan, dibuat heboh setelah muncul video berdurasi singkat yang memperlihatkan sosok berbalut kain putih berdiri di area gang pemukiman yang minim penerangan pada malam hari.
Ketua RT setempat, Huda, membenarkan bahwa lingkungan tempat tinggalnya mendadak ramai membahas video viral pocong.
Namun, setelah aparat turun, sosok di balik kain putih tersebut ternyata merupakan 2 remaja berinisial MA (17) dan AB (17) yang nekat melakukan prank demi konten media sosial.
Lurah Tumenggungan, Junaidi, langsung memerintahkan stafnya untuk mengumpulkan para remaja tersebut demi meredam kepanikan publik.
Saat diinterogasi, para remaja ini mengaku hanya berniat bercanda.
Sementara di Kabupaten Nganjuk, keresahan warga dipicu oleh poster digital yang beredar dengan menarasikan adanya teror pocong jadi-jadian membawa senjata tajam jenis celurit dan mengetuk pintu rumah warga pada malam hari, khususnya di Jalanan Desa Kacangan, Kecamatan Berbek.
Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Fajar Kurniadi, memastikan kabar itu tidak bersumber dari akun resmi dan hingga kini belum ada laporan riil di lapangan.
Fajar meminta warga Nganjuk untuk tetap tenang dan menyaring kembali setiap informasi misterius yang beredar di dunia maya.
Selanjutnya di Sidoarjo. Isu serupa sempat mampir ke telinga warga Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi. Kabar pocong jadi-jadian mendatangi rumah warga menyebar lewat video berantai di grup WhatsApp.
Setelah ditelusuri, video penampakan pocong itu sebenarnya terjadi di wilayah Tangerang, Jawa Barat dan tidak ada kaitannya dengan Sidoarjo.
Salah satu warga Desa Ngampelsari, Budi Santoso (32), mengaku lingkungannya tetap aman karena warga menganggap video berantai itu hanya kabar bohong.
"Saya dengarnya dari video yang ramai di WhatsApp, katanya ada pocong jadi-jadian ditangkap di Tangerang. Kalau di Ngampelsari sendiri belum ada informasi atau kejadian itu," kata Santoso.
Kemudian isu pocong juga merambah wilayah Malang Raya lewat narasi kemunculan 'begal pocong' atau pocong abal-abal yang dikaitkan aksi kriminalitas jalanan pada malam hari.
Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, mengimbau masyarakat Kabupaten Malang untuk tidak panik ataupun terpancing melakukan aksi main hakim sendiri yang melanggar hukum.
Selanjutnya seseorang berpakaian menyerupai pocong diamankan warga bersama polisi di wilayah Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.
Video pengamanan pocong ini viral di media sosial dikaitkan dengan isu teror pocong yang terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Timur.
Video tersebut tersebar viral setelah diunggah sejumlah akun media sosial. Dalam video yang beredar, sosok pocong ini tampak berada di tepi jalan hingga akhirnya diamankan warga karena dianggap meresahkan.
Pelaku 'pocong' yang diamankan warga itu kemudian diserahkan ke kepolisian.
"Dari pemeriksaan awal, motifnya untuk mencari sensasi dan konten di media sosial agar dikenal," Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawan, Minggu lalu dikutip dari Antara.
Selain itu, jagat maya di Bojonegoro juga sempat dihebohkan dengan beredarnya foto dan video yang menarasikan penampakan pocong.
Pocong yang disebut muncul di Desa Gunungsari, Kecamatan Baureno, Bojonegoro dipastikan hoaks atau kabar bohong.
Petugas Polsek Boureno yang melakukan penyelidikan akhirnya memastikan bahwa kabar tersebut merupakan hoaks atau berita bohong.
Seorang pemuda warga setempat berinisial DFP kemudian diamankan untuk dimintai keterangan.
DFP mengaku memotret jalan depan rumahnya yang sepi saat malam hari, kemudian mengeditnya dengan menambahkan gambar pocong. Foto itu lalu digunakan untuk cerita WhatsApp hingga viral.
Bali
Isu serupa juga menyebar luas di wilayah Bali. Aparat Kepolisian bersama Pemerintah Desa Air Kuning memastikan informasi yang beredar di media sosial terkait adanya pocong jadi-jadian di wilayah Desa Air Kuning, di Kabupaten Jembrana, Bali, merupakan informasi tidak benar.
Informasi tersebut sebelumnya beredar melalui akun Facebook bernama Bacang Kentung yang dibagikan ke grup media sosial "Info Jembrana" pada Minggu (24/5) sekitar pukul 21.00 WITA dengan narasi yang menyebut adanya "Pocong jadi-jadian" di kawasan Air Kuning.
Kapolsek Kota Jembrana, Ipda I Ngurah Made Agus Dwi Widiatmika Putra mengatakan pihak kepolisian telah melakukan pengecekan dan monitoring terkait informasi yang beredar tersebut, dan hasilnya dipastikan tidak benar.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing isu yang belum terverifikasi kebenarannya. Bijaklah dalam menggunakan media sosial serta jangan ikut menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," kata Widiatmika, Senin (25/5).
Selain itu, pihak kepolisian telah menindaklanjuti unggahan tersebut, akun media sosial Info Jembrana melalui Instagram telah memberikan klarifikasi bahwa informasi dimaksud tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
(ryn/kid)[Gambas:Video CNN]
Kabar mengenai sosok 'pocong' gentayangan membuat resah warga terutama di sejumlah daerah di Pulau Jawa hingga Bali dalam beberapa pekan terakhir di bulan Mei ini.
Kejadian beredarnya berlagak ala pocong alias cosplay hantu berselubung berkain kafan itu sempat dikaitkan dengan teror atau perbuatan kriminalisme.
Polisi pun turun tangan, bahkan sampai melakukan patroli siber dan lapangan untuk menyelidikinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah orang pun telah diamankan kepolisian dari mulai di Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Bali.
Berikut rangkuman beberapa peristiwa terkait isu pocong gentayangan yang terjadi di Banten hingga Bali beberapa pekan terakhir.
Banten
Video viral perihal kemunculan pocong pertama kali menyelimuti wilayah Tangerang Raya, Banten.
Polisi sampai turun tangan menindaklanjuti video yang telah membuat resah warga tersebut.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, meminta warga untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan tidak mudah mempercayai serta menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
"Masyarakat kami minta tetap tenang, tingkatkan kewaspadaan lingkungan, dan jangan mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Jika menemukan aktivitas mencurigakan, segera laporkan kepada kepolisian atau melalui layanan call center 110 yang aktif 24 jam," ujar Maruli di Serang, Kamis (21/5).
Sebagai tindak lanjut atas keresahan warga tersebut, Polda Banten bersinergi dengan aparat wilayah baik di Tangerang maupun Tangerang Selatan untuk meningkatkan patroli kewilayahan guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
Dalam proses penyelidikan, polisi mengungkap sosok pocong tersebut ternyata seorang pengamen yang mengenakan kostum atau cosplay pocong.
DKI Jakarta
Tak lama kejadian itu, kabar perihal teror pocong keliling merembet ke Jakarta. Tepatnya di Kalideres, Jakarta Barat.
Foto penampakan 'pocong' diunggah pengguna media sosial yang menyebutkan kemunculan sosok berkain putih itu muncul di depan rumah neneknya di wilayah yang merupakan perbatasan DKI Jakarta dan Tangerang, Banten itu.
Masih dalam narasi yang beredar, muncul dugaan aksi teror pocong tersebut menjadi modus kejahatan yaitu pencurian, perampokan, dan menakut-nakuti warga.
Kapolsek Kalideres, Kompol Rihold Sihotang, mengatakan pihaknya menelusuri kabar tersebut, dan belum ada laporan polisi terkait isu pocong dimaksud.
Setelah melakukan pengecekan ke lokasi, polisi memastikan isu 'pocong' jadi-jadian di Jakarta Barat tidak benar atau hoaks.
"Kita sudah cek melalui bhabinkamtibmas kita, unit reskrim. Yang disampaikan yang di medsosnya itu, enggak ada kejadian seperti itu," ujar Rihold.
"Memang warga di situ (Kalideres) juga sudah dapat informasi kayak seperti Tangerang, di tempat-tempat lain ada seperti itu katanya, masih simpang siur. Hoaks," sambungnya.
Jawa Barat
Kepolisian dibuat tak berhenti untuk menindaklanjuti informasi mengenai dugaan teror pocong. Depok menjadi salah satu daerah yang ada kabar tersebut.
Dari foto yang viral di media sosial, kejadian teror pocong disebut terjadi pada Sabtu (23/5) pukul 01.00 WIB di Jalan Al Ikhlas.
Kapolsek Cimanggis, Depok, Kompol Jupriono mengatakan pihaknya telah mengecek tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan keterangan warga, foto pocong tersebut adalah tidak benar.
"Menurut keterangan dari Bapak Ustaz Agus Salim, bahwa kejadian foto yang beredar di media sosial bahwa pocong sudah tertangkap itu tidak benar atau hoaks," ujar Jupriono.
Jupriono mengungkapkan foto tersebut merupakan editan. Sementara foto aslinya adalah warga tengah duduk menanti waktu salat.
Lihat Juga : |
Di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, juga tak lepas dari isu 'teror pocong'. Namun, dari penelusuran polisi, video yang beredar soal isu 'pocong' di Bekasi itu adalah hasil rekayasa akal imitasi (AI). .
"Kami perlu melakukan klarifikasi untuk meluruskan serta meredam berita viral soal penampakan pocong ini agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat," kata Kapolsek Cikarang Utara, Polres Metro Bekasi AKP Noach Hendrik di Cikarang, Selasa lalu, dikutip dari Antara.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui foto viral tersebut merupakan hasil rekayasa digital editing yang dibuat seorang pria inisial RS (32), warga Kampung Kamurang, Desa Pasir Sari, Kecamatan Cikarang Selatan.
Peristiwa itu bermula pada Minggu (24/5) pukul 23.00 WIB ketika Ridwan memotret halaman depan rumah di wilayah Blok Asem, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara.
Setelah itu, ia mengunduh gambar pocong dari internet dan mengedit menggunakan aplikasi telepon genggam dengan menyisipkan gambar tersebut ke foto rumah.
Foto hasil editan itu kemudian dibagikan ke grup WhatsApp keluarga dengan keterangan tulisan 'Apa tuh di rumah Mak Ebot'. Namun, gambar tersebut akhirnya menyebar luas hingga menimbulkan keresahan di masyarakat.
"Setelah dilakukan pengecekan dan klarifikasi, foto tersebut dipastikan merupakan hasil editan atau hoaks. Yang bersangkutan telah mengakui perbuatannya dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi," ujarnya.
Selain itu, Noach mengatakan RS juga telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui video klarifikasi.
"Jangan mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya atau berita hoaks karena dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," kata dia.
Selain itu, masih di Jawa Barat, Polresta Cirebon juga turun tangan menelusuri kabar viral teror pocong begal ramai beredar di media sosial yang meresahkan masyarakat di Kota Udang itu.
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama mengatakan pada Selasa (26/5), hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan maupun menemukan kasus kejadian terkait isu tersebut di wilayahnya.
Polisi juga telah memeriksa dan tidak menemukan fakta ada "teror pocong", sebagaimana ramai dibahas di media sosial.
"Kami meminta warga tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya," kata Imara mengutip Antara, Rabu (27/5).
Warga di Garut, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang juga tak lepas dibuat gaduh dengan kabar teror pocong. Namun, setelah ditelusuri oleh polisi, kabar tersebut ternyata bohong belaka.
Kabar mengenai teror pocong di permukiman warga ini menjadi meresahkan setelah sejumlah warganet mengunggah informasinya di media sosial.
"Diimbau buat warga Garut kata tmn saya sudah beredar pocong gadungan di daerah Garut, katanya sudah ada di Babakan Abid dan Karangpawitan menurut teman saja," tulis pemilik akun @add menyampaikan informasi tersebut.
Kasi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adi memastikan jika informasi tersebut adalah hoaks.
"Kami pastikan bahwa informasi tersebut tidak benar," ujar Adi kepada detikJabar, Selasa, (26/5).
Sementara di Kecamatan Padalarang dan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), warga diresahkan diduga sosok berbalut kain kafan yang kabarnya mengetuk kaca dan pintu rumah di malam hari.
Merespons hal tersebut, Unit Reskrim Polsek Padalarang langsung bergerak mengumpulkan keterangan warga. Dugaan awal, pelaku merupakan manusia yang sengaja berniat buruk.
"Ya, kami sudah dapat informasi terkait keberadaan sosok yang disebut pocong oleh warga. Tapi laporan resmi dari warga belum ada, kami menelusuri informasi dari media sosial," kata Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat.
"Sudah, anggota sudah turun mengecek lokasi untuk penyelidikan. Sekarang masih mengumpulkan keterangan warga, keyakinan warga juga sosok itu orang yang punya niat buruk karena melakukan teror di malam hari," lanjutnya.
Berbeda dengan di KBB, teror pocong yang dikabarkan terjadi di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, dibumbui dengan beredarnya sebaran informasi pocong 'jadi-jadian' yang membawa senjata tajam (sajam).
Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopiansyah, langsung menepis kabar burung tersebut.
"Jadi, untuk kabar itu kami tegaskan di wilayah hukum Polres Sumedang itu tidak ada. Baik itu di Polsek, jajaran Polsek, dan baik itu di jajaran Polres Sumedang, belum ada informasi mengenai pocong itu dan belum ada laporan yang kami terima. Kami pastikan itu hoaks tidak benar terkait dengan kabar tersebut," ujar Tanwin.
Baca halaman selanjutnya
'Pocong' ditangkap di Jateng dan Jatim
Ilustrasi. Keresahan warga akibat isu pocong gentayangan di sejumlah daerah di Pulau Jawa hingga Bali beberapa waktu terakhir. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jawa Tengah
Merespons isu 'teror pocong', Polda Jateng melakukan patroli siber dan juga mengamankan sejumlah orang terkait informasi yang beredar di media sosial.
Polres Sragen di bawah Polda Jateng mengamankan tiga remaja yang diduga membuat konten media sosial menggunakan pocong yang dinilai meresahkan masyarakat.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, mengatakan ketiga remaja itu diamankan di terowongan rel KA sekitar Pasar Bunder Sragen oleh petugas Satuan Intelkam Polres Sragen.
"Petugas sedang melakukan patroli dan memantau aktivitas di di media sosial," katanya di Semarang, Kamis (28/5) dikutip dari Antara.
Dari hasil pemeriksaan, kata dia, ketiga remaja tersebut membuat konten tentang "pocong jadi-jadian" yang disiarkan secara langsung melalui media sosial.
Kombes Artanto menjelaskan unggahan-unggahan yang menarasikan aksi "pocong begal" di beberapa wilayah seperti Kabupaten Grobogan, Kendal, Magelang, hingga Cilacap adalah hoaks. Dia mengatkan hal itu dikonfirmasi setelah aparat melakukan pengecekan dan memastikan kondisi di wilayah tersebut tetap aman serta kondusif.
"Situasi di wilayah yang disebutkan tetap aman, tertib, dan tidak ditemukan kejadian sebagaimana yang beredar di media sosial," ujarnya dikutip dari laman berita Polri, Tribratanews.
Meski informasi tersebut dipastikan hoaks, dia mengatakan Polda Jateng tetap menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan patroli malam di titik-titik rawan, termasuk kawasan permukiman, jalan sepi, dan area minim penerangan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri apabila menemukan hal mencurigakan.
"Kami tetap melakukan langkah antisipasi dengan meningkatkan patroli rutin agar masyarakat merasa tenang dan terlindungi," jelas Artanto.
Lini masa media sosial Facebook juga dihebohkan dengan kabar pocong di wilayah Grobogan.
Unggahan yang disertai tangkapan layar percakapan WhatsApp berbahasa Jawa mengenai teror pocong bersenjata tajam di wilayah Karangsono, serta video yang berisi diduga hantu pocong mengetuk jendela rumah yang tidak jelas waktu dan lokasinya.
Selain itu, akun Instagram @infogrobogan.id juga mengunggah dua tangkapan layar status WhatsApp soal teror hantu pocong yang tidak diketahui lokasinya.
"Beredarnya status WhatsApp berisi peringatan tentang "pocong" yang disebut berkeliaran pada malam hari membuat sebagian warga Grobogan resah."
Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, mengatakan bahwa unggahan tersebut merupakan tidak benar.
"Hoaks. Dalam postingan tersebut, daerah Karangsono yang dimaksud yaitu daerah Stasiun Karangsono turut Desa Suru, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan," kata Arif, Minggu (24/5).
Arif menyebut pihaknya telah melakukan patroli media sosial dan menemukan bahwa video serupa diunggah di berbagai media sosial dengan lokasi yang berbeda beda.
"Bahwa dari hasil penelusuran dari berbagai video yang sama dan diposting di berbagai platform media sosial didapati juga berlokasi di wilayah Magelang," ujar Arif.
Lihat Juga : |
Jawa Timur
Teror pocong jadi-jadian yang mengetuk pintu rumah warga hingga isu kriminalitas berkedok begal pocong juga terjadi di beberapa wilayah di Jawa Timur.
Geger isu pocong ini satu di antaranya berawal dari Lamongan.
Warga di Lingkungan Tumenggungan, Kecamatan Lamongan, dibuat heboh setelah muncul video berdurasi singkat yang memperlihatkan sosok berbalut kain putih berdiri di area gang pemukiman yang minim penerangan pada malam hari.
Ketua RT setempat, Huda, membenarkan bahwa lingkungan tempat tinggalnya mendadak ramai membahas video viral pocong.
Namun, setelah aparat turun, sosok di balik kain putih tersebut ternyata merupakan 2 remaja berinisial MA (17) dan AB (17) yang nekat melakukan prank demi konten media sosial.
Lurah Tumenggungan, Junaidi, langsung memerintahkan stafnya untuk mengumpulkan para remaja tersebut demi meredam kepanikan publik.
Saat diinterogasi, para remaja ini mengaku hanya berniat bercanda.
Sementara di Kabupaten Nganjuk, keresahan warga dipicu oleh poster digital yang beredar dengan menarasikan adanya teror pocong jadi-jadian membawa senjata tajam jenis celurit dan mengetuk pintu rumah warga pada malam hari, khususnya di Jalanan Desa Kacangan, Kecamatan Berbek.
Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Fajar Kurniadi, memastikan kabar itu tidak bersumber dari akun resmi dan hingga kini belum ada laporan riil di lapangan.
Fajar meminta warga Nganjuk untuk tetap tenang dan menyaring kembali setiap informasi misterius yang beredar di dunia maya.
Selanjutnya di Sidoarjo. Isu serupa sempat mampir ke telinga warga Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi. Kabar pocong jadi-jadian mendatangi rumah warga menyebar lewat video berantai di grup WhatsApp.
Setelah ditelusuri, video penampakan pocong itu sebenarnya terjadi di wilayah Tangerang, Jawa Barat dan tidak ada kaitannya dengan Sidoarjo.
Salah satu warga Desa Ngampelsari, Budi Santoso (32), mengaku lingkungannya tetap aman karena warga menganggap video berantai itu hanya kabar bohong.
"Saya dengarnya dari video yang ramai di WhatsApp, katanya ada pocong jadi-jadian ditangkap di Tangerang. Kalau di Ngampelsari sendiri belum ada informasi atau kejadian itu," kata Santoso.
Kemudian isu pocong juga merambah wilayah Malang Raya lewat narasi kemunculan 'begal pocong' atau pocong abal-abal yang dikaitkan aksi kriminalitas jalanan pada malam hari.
Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, mengimbau masyarakat Kabupaten Malang untuk tidak panik ataupun terpancing melakukan aksi main hakim sendiri yang melanggar hukum.
Selanjutnya seseorang berpakaian menyerupai pocong diamankan warga bersama polisi di wilayah Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.
Video pengamanan pocong ini viral di media sosial dikaitkan dengan isu teror pocong yang terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Timur.
Video tersebut tersebar viral setelah diunggah sejumlah akun media sosial. Dalam video yang beredar, sosok pocong ini tampak berada di tepi jalan hingga akhirnya diamankan warga karena dianggap meresahkan.
Pelaku 'pocong' yang diamankan warga itu kemudian diserahkan ke kepolisian.
"Dari pemeriksaan awal, motifnya untuk mencari sensasi dan konten di media sosial agar dikenal," Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawan, Minggu lalu dikutip dari Antara.
Selain itu, jagat maya di Bojonegoro juga sempat dihebohkan dengan beredarnya foto dan video yang menarasikan penampakan pocong.
Pocong yang disebut muncul di Desa Gunungsari, Kecamatan Baureno, Bojonegoro dipastikan hoaks atau kabar bohong.
Petugas Polsek Boureno yang melakukan penyelidikan akhirnya memastikan bahwa kabar tersebut merupakan hoaks atau berita bohong.
Seorang pemuda warga setempat berinisial DFP kemudian diamankan untuk dimintai keterangan.
DFP mengaku memotret jalan depan rumahnya yang sepi saat malam hari, kemudian mengeditnya dengan menambahkan gambar pocong. Foto itu lalu digunakan untuk cerita WhatsApp hingga viral.
Bali
Isu serupa juga menyebar luas di wilayah Bali. Aparat Kepolisian bersama Pemerintah Desa Air Kuning memastikan informasi yang beredar di media sosial terkait adanya pocong jadi-jadian di wilayah Desa Air Kuning, di Kabupaten Jembrana, Bali, merupakan informasi tidak benar.
Informasi tersebut sebelumnya beredar melalui akun Facebook bernama Bacang Kentung yang dibagikan ke grup media sosial "Info Jembrana" pada Minggu (24/5) sekitar pukul 21.00 WITA dengan narasi yang menyebut adanya "Pocong jadi-jadian" di kawasan Air Kuning.
Kapolsek Kota Jembrana, Ipda I Ngurah Made Agus Dwi Widiatmika Putra mengatakan pihak kepolisian telah melakukan pengecekan dan monitoring terkait informasi yang beredar tersebut, dan hasilnya dipastikan tidak benar.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing isu yang belum terverifikasi kebenarannya. Bijaklah dalam menggunakan media sosial serta jangan ikut menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," kata Widiatmika, Senin (25/5).
Selain itu, pihak kepolisian telah menindaklanjuti unggahan tersebut, akun media sosial Info Jembrana melalui Instagram telah memberikan klarifikasi bahwa informasi dimaksud tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.



