Deret 'Teror Pocong' di Banten hingga Bali, Polisi Gelar Patroli Siber
Jawa Tengah
Merespons isu 'teror pocong', Polda Jateng melakukan patroli siber dan juga mengamankan sejumlah orang terkait informasi yang beredar di media sosial.
Polres Sragen di bawah Polda Jateng mengamankan tiga remaja yang diduga membuat konten media sosial menggunakan pocong yang dinilai meresahkan masyarakat.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, mengatakan ketiga remaja itu diamankan di terowongan rel KA sekitar Pasar Bunder Sragen oleh petugas Satuan Intelkam Polres Sragen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Petugas sedang melakukan patroli dan memantau aktivitas di di media sosial," katanya di Semarang, Kamis (28/5) dikutip dari Antara.
Dari hasil pemeriksaan, kata dia, ketiga remaja tersebut membuat konten tentang "pocong jadi-jadian" yang disiarkan secara langsung melalui media sosial.
Kombes Artanto menjelaskan unggahan-unggahan yang menarasikan aksi "pocong begal" di beberapa wilayah seperti Kabupaten Grobogan, Kendal, Magelang, hingga Cilacap adalah hoaks. Dia mengatkan hal itu dikonfirmasi setelah aparat melakukan pengecekan dan memastikan kondisi di wilayah tersebut tetap aman serta kondusif.
"Situasi di wilayah yang disebutkan tetap aman, tertib, dan tidak ditemukan kejadian sebagaimana yang beredar di media sosial," ujarnya dikutip dari laman berita Polri, Tribratanews.
Meski informasi tersebut dipastikan hoaks, dia mengatakan Polda Jateng tetap menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan patroli malam di titik-titik rawan, termasuk kawasan permukiman, jalan sepi, dan area minim penerangan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri apabila menemukan hal mencurigakan.
"Kami tetap melakukan langkah antisipasi dengan meningkatkan patroli rutin agar masyarakat merasa tenang dan terlindungi," jelas Artanto.
Lini masa media sosial Facebook juga dihebohkan dengan kabar pocong di wilayah Grobogan.
Unggahan yang disertai tangkapan layar percakapan WhatsApp berbahasa Jawa mengenai teror pocong bersenjata tajam di wilayah Karangsono, serta video yang berisi diduga hantu pocong mengetuk jendela rumah yang tidak jelas waktu dan lokasinya.
Selain itu, akun Instagram @infogrobogan.id juga mengunggah dua tangkapan layar status WhatsApp soal teror hantu pocong yang tidak diketahui lokasinya.
"Beredarnya status WhatsApp berisi peringatan tentang "pocong" yang disebut berkeliaran pada malam hari membuat sebagian warga Grobogan resah."
Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, mengatakan bahwa unggahan tersebut merupakan tidak benar.
"Hoaks. Dalam postingan tersebut, daerah Karangsono yang dimaksud yaitu daerah Stasiun Karangsono turut Desa Suru, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan," kata Arif, Minggu (24/5).
Arif menyebut pihaknya telah melakukan patroli media sosial dan menemukan bahwa video serupa diunggah di berbagai media sosial dengan lokasi yang berbeda beda.
"Bahwa dari hasil penelusuran dari berbagai video yang sama dan diposting di berbagai platform media sosial didapati juga berlokasi di wilayah Magelang," ujar Arif.
Lihat Juga : |
Jawa Timur
Teror pocong jadi-jadian yang mengetuk pintu rumah warga hingga isu kriminalitas berkedok begal pocong juga terjadi di beberapa wilayah di Jawa Timur.
Geger isu pocong ini satu di antaranya berawal dari Lamongan.
Warga di Lingkungan Tumenggungan, Kecamatan Lamongan, dibuat heboh setelah muncul video berdurasi singkat yang memperlihatkan sosok berbalut kain putih berdiri di area gang pemukiman yang minim penerangan pada malam hari.
Ketua RT setempat, Huda, membenarkan bahwa lingkungan tempat tinggalnya mendadak ramai membahas video viral pocong.
Namun, setelah aparat turun, sosok di balik kain putih tersebut ternyata merupakan 2 remaja berinisial MA (17) dan AB (17) yang nekat melakukan prank demi konten media sosial.
Lurah Tumenggungan, Junaidi, langsung memerintahkan stafnya untuk mengumpulkan para remaja tersebut demi meredam kepanikan publik.
Saat diinterogasi, para remaja ini mengaku hanya berniat bercanda.
Sementara di Kabupaten Nganjuk, keresahan warga dipicu oleh poster digital yang beredar dengan menarasikan adanya teror pocong jadi-jadian membawa senjata tajam jenis celurit dan mengetuk pintu rumah warga pada malam hari, khususnya di Jalanan Desa Kacangan, Kecamatan Berbek.
Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Fajar Kurniadi, memastikan kabar itu tidak bersumber dari akun resmi dan hingga kini belum ada laporan riil di lapangan.
Fajar meminta warga Nganjuk untuk tetap tenang dan menyaring kembali setiap informasi misterius yang beredar di dunia maya.
Selanjutnya di Sidoarjo. Isu serupa sempat mampir ke telinga warga Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi. Kabar pocong jadi-jadian mendatangi rumah warga menyebar lewat video berantai di grup WhatsApp.
Setelah ditelusuri, video penampakan pocong itu sebenarnya terjadi di wilayah Tangerang, Jawa Barat dan tidak ada kaitannya dengan Sidoarjo.
Salah satu warga Desa Ngampelsari, Budi Santoso (32), mengaku lingkungannya tetap aman karena warga menganggap video berantai itu hanya kabar bohong.
"Saya dengarnya dari video yang ramai di WhatsApp, katanya ada pocong jadi-jadian ditangkap di Tangerang. Kalau di Ngampelsari sendiri belum ada informasi atau kejadian itu," kata Santoso.
Kemudian isu pocong juga merambah wilayah Malang Raya lewat narasi kemunculan 'begal pocong' atau pocong abal-abal yang dikaitkan aksi kriminalitas jalanan pada malam hari.
Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, mengimbau masyarakat Kabupaten Malang untuk tidak panik ataupun terpancing melakukan aksi main hakim sendiri yang melanggar hukum.
Selanjutnya seseorang berpakaian menyerupai pocong diamankan warga bersama polisi di wilayah Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.
Video pengamanan pocong ini viral di media sosial dikaitkan dengan isu teror pocong yang terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Timur.
Video tersebut tersebar viral setelah diunggah sejumlah akun media sosial. Dalam video yang beredar, sosok pocong ini tampak berada di tepi jalan hingga akhirnya diamankan warga karena dianggap meresahkan.
Pelaku 'pocong' yang diamankan warga itu kemudian diserahkan ke kepolisian.
"Dari pemeriksaan awal, motifnya untuk mencari sensasi dan konten di media sosial agar dikenal," Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawan, Minggu lalu dikutip dari Antara.
Selain itu, jagat maya di Bojonegoro juga sempat dihebohkan dengan beredarnya foto dan video yang menarasikan penampakan pocong.
Pocong yang disebut muncul di Desa Gunungsari, Kecamatan Baureno, Bojonegoro dipastikan hoaks atau kabar bohong.
Petugas Polsek Boureno yang melakukan penyelidikan akhirnya memastikan bahwa kabar tersebut merupakan hoaks atau berita bohong.
Seorang pemuda warga setempat berinisial DFP kemudian diamankan untuk dimintai keterangan.
DFP mengaku memotret jalan depan rumahnya yang sepi saat malam hari, kemudian mengeditnya dengan menambahkan gambar pocong. Foto itu lalu digunakan untuk cerita WhatsApp hingga viral.
Bali
Isu serupa juga menyebar luas di wilayah Bali. Aparat Kepolisian bersama Pemerintah Desa Air Kuning memastikan informasi yang beredar di media sosial terkait adanya pocong jadi-jadian di wilayah Desa Air Kuning, di Kabupaten Jembrana, Bali, merupakan informasi tidak benar.
Informasi tersebut sebelumnya beredar melalui akun Facebook bernama Bacang Kentung yang dibagikan ke grup media sosial "Info Jembrana" pada Minggu (24/5) sekitar pukul 21.00 WITA dengan narasi yang menyebut adanya "Pocong jadi-jadian" di kawasan Air Kuning.
Kapolsek Kota Jembrana, Ipda I Ngurah Made Agus Dwi Widiatmika Putra mengatakan pihak kepolisian telah melakukan pengecekan dan monitoring terkait informasi yang beredar tersebut, dan hasilnya dipastikan tidak benar.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing isu yang belum terverifikasi kebenarannya. Bijaklah dalam menggunakan media sosial serta jangan ikut menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," kata Widiatmika, Senin (25/5).
Selain itu, pihak kepolisian telah menindaklanjuti unggahan tersebut, akun media sosial Info Jembrana melalui Instagram telah memberikan klarifikasi bahwa informasi dimaksud tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
(ryn/kid) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]


