Fakta-fakta Rumah Fia di Sleman yang Dilanda Teror Api Misterius

CNN Indonesia
Sabtu, 06 Jun 2026 20:48 WIB
Api misterius di kediaman Mutfiana alias Fia, warga Seyegan, Sleman, DIY masih terus bermunculan sejak kejadian pertama sembilan hari lalu. (CNN Indonesia/Tunggul )
Teror api misterius di rumah Mutfiana alias Fia, Seyegan, Sleman, DIY, belum juga mereda (CNN Indonesia/Tunggul).

Potensi Bahaya Gas Hidrogen

Tim UGM juga menganalisa bahwa potensi bahaya gas hidrogen ini tergantung dengan volumenya.

Sarju dan tim menganalisa, karakteristik gas hidrogen di rumah Fia keluar secara lambat, volumenya tidak besar dan sporadis titik kemunculannya atau berpindah-pindah.

"Jumlahnya kami duga tidak besar karena hari ini kami lakukan pemboran dangkal sekitar satu meteran, kami masukan alat tidak terdeteksi anomali yang sangat tinggi sekali. Jadi rilisnya pelan dan jumlahnya diperkirakan tidak terlalu besar," paparnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Sarju, tipe rembesan gas di rumah Fia juga tidak keluar dari permukaan tanah secara kontinyu layaknya Api Abadi Mrapen atau Kayangan Api di Jawa Timur.

Gas di rumah Fia terakumulasi dan melayang di udara hingga terjebak benda-benda seperti baju atau sofa. Tekanan atau kuantitas gas minim ini pula yang menyulitkan tim melakukan proses sampling, kecuali menggunakan alat detektor untuk mendeteksi anomali.

"Kalau gas hidrogen itu dalam jumlah yang banyak, dengan saturasi di udara yang tinggi itu sangat berbahaya. Mudah terbakar dan di kita menimbulkan efek," ujar Sarju.

"Tapi kalau sekarang bahayanya adalah ketika dia nempel dalam jumlah tertentu, ada pemicu, ya listrik statis, bahkan gesekan orang, atau teori kami (di lokasi) ada gas fosfin ya, itu bisa memicu (api). Jadi kalau ditanya bahaya adalah ketika ada barang yang mudah terbakar," sambungnya.

Tim PKPE sejauh ini berasumsi jika gas hidrogen baru terlokalisasi di area rumah Fia saja. Belum ada data yang kuat bahwa gas keluar di tempat lain.

UPN Analisa Secara Geologi

Sementara itu, tim peneliti UPN Veteran Yogyakarta yang dipimpin Guru Besar dan Dekan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) Basuki Rahmat, melakukan investigasi untuk kemungkinan sumber gas dari aspek geologi. Mereka telah menelusuri dan menemukan adanya batuan induk di area sungai yang jaraknya sekitar 300 meter dari rumah Fia.

Mereka mencurigai gas metana (CH4) dan gas hidrogen yang berasal dari endapan batuan lanau berwarna gelap yang kaya material organik.

Tim peneliti UPN juga sudah melakukan penelitian geomagnetik guna mencari jenis batuan ultrabasa dan vulkanik yang bisa membentuk gas hidrogen.

Survei geolistrik di sekitar rumah Fia juga telah diterapkan demi memetakan lapisan batuan di bawah tanah dan mendeteksi struktur atau rongga yang menjadi jalur keluarnya gas pemicu api.

(kum/sfr) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2