Rano Karno Resmikan Namu Balai Kota, Warga Bisa Tur Gedung

CNN Indonesia
Sabtu, 17 Okt 2026 11:47 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meresmikan Namu Balai Kota, program yang membuka kompleks Balai Kota DKI Jakarta bagi masyarakat. (CNN Indonesia/Dela Naufalia Fitriyani).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meresmikan Namu Balai Kota, program yang membuka kompleks Balai Kota DKI Jakarta bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat pusat pemerintahan ibu kota.

Melalui program ini, warga bisa mengikuti tur gedung bersejarah, mencoba menjadi reporter cilik, menikmati kegiatan komunitas, hingga mengakses sejumlah layanan publik.

Rano mengatakan program tersebut digagas bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung agar masyarakat dapat melihat langsung kegiatan dan fasilitas pemerintah yang selama ini mungkin hanya diketahui melalui media sosial.

"Hari ini kita memulai membuka yang disebut Namu Balai Kota. Sebetulnya kalau Betawi bilang bukan balai, bale. Jadi ini bale kota, bale-nya masyarakat, bukannya bale kita," kata Rano saat meresmikan Launching Program Namu Balai Kota di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Sabtu (17/10).

Ia menjelaskan konsep tersebut terinspirasi dari budaya Betawi yang lekat dengan bale sebagai ruang untuk menerima tamu. Menurutnya, Balai Kota perlu menjadi tempat yang terbuka bagi masyarakat, bukan sekadar kompleks perkantoran pemerintah.

Rano juga menyebut bangunan Balai Kota menyimpan cerita tentang perjalanan Jakarta. Ia mengatakan gedung tersebut dibangun sekitar 1890. Melalui program ini, pengunjung dapat mengenal sejarah bangunan dan berbagai ruang di dalamnya dengan didampingi pemandu tur.

"Ini pemandangan Balai Kota. Balai Kota ini dibangun tahun kira-kira 1890. Tapi nanti ada tour guide yang akan menyampaikan. Kalau Bapak yang nyampein, entar kasihan yang tour guide-nya," ujarnya.

Rano mengatakan pelaksanaan program masih akan terus disempurnakan. Ia berharap Namu Balai Kota menjadi salah satu kegiatan yang dapat dinikmati masyarakat menjelang peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027.

"Tentu kegiatan ini baru kita mulai, pasti tidak akan sempurna. Tapi setiap kali kita akan terus menyempurnakan. Apalagi, Bapak-Ibu sekalian, insyaallah tahun depan kita akan berusia 500 tahun," kata Rano.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi menjelaskan Namu Balai Kota dirancang untuk membuka ruang-ruang pemerintahan sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk pada akhir pekan.

"Namu Balai Kota ini membuka pintu-pintu ruang Balai Kota sebagai ruang publik bagi warga untuk mengenal lebih dekat pusat pemerintahannya, dan dipakai untuk kebutuhan masyarakat Kota Jakarta," kata Marulina dalam kesempatan sama.

Marulina mengatakan program tersebut telah diuji coba pada 3 Oktober 2026 dan diikuti sekitar 300 pengunjung yang mendaftar melalui aplikasi JAKI dan situs Jakarta.go.id. Pendaftaran diterapkan untuk mendata pengunjung sekaligus menjaga kondisi bangunan yang memiliki nilai sejarah.

Berdasarkan hasil uji coba, Pemprov DKI berencana melanjutkan Namu Balai Kota setiap dua minggu sekali selama 2026. Pelaksanaannya melibatkan berbagai pihak, antara lain Himpunan Pramuwisata Indonesia, komunitas Abang None, Jakarta City Branding, serta organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Dalam program ini, pengunjung dapat mengikuti tur yang menyusuri sejumlah area, mulai dari Pendopo hingga bagian lain kompleks Balai Kota, termasuk Blok G. Anak-anak juga bisa mengikuti kegiatan Kids on Air di Studio Berita Jakarta untuk mencoba pengalaman menjadi reporter dan mengenal proses produksi berita.

Selain itu, komunitas film dapat memanfaatkan Ruang Pola di lantai dua untuk pemutaran film dan memperkenalkan karya kepada masyarakat. Balai Kota juga menyediakan ruang bagi kegiatan komunitas, pertunjukan musik, permainan tradisional, serta aktivitas seni dan budaya.

Marulina mengatakan pembukaan ruang-ruang tersebut diharapkan memberi kesempatan kepada komunitas untuk berkegiatan di fasilitas publik yang selama ini belum tentu mudah mereka akses.

"Jikalau mereka punya kesulitan untuk mengakses ruang-ruang publik, maka Balai Kota sekarang terbuka untuk digunakan oleh komunitas," ujarnya.

Selain tur dan kegiatan komunitas, Namu Balai Kota menghadirkan sejumlah layanan publik dalam satu lokasi. Layanan tersebut mencakup pengurusan paspor, SIM Keliling, Samsat Keliling, perpustakaan keliling, pemeriksaan kesehatan gratis, serta layanan administrasi kependudukan dan perizinan berusaha.

Masyarakat juga dapat mengikuti kegiatan pilah sampah, pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan, serta membuka rekening Bank Jakarta.

Program ini turut menghadirkan kegiatan edukasi dan kreativitas bagi warga dari berbagai kelompok usia. Dengan begitu, kunjungan ke Balai Kota tidak hanya ditujukan untuk mengenal sejarah gedung, tetapi juga memberi kesempatan bagi masyarakat untuk mengikuti kegiatan dan memanfaatkan layanan yang tersedia.

Informasi mengenai Namu Balai Kota dapat diakses melalui situs smartcity.jakarta.go.id dan aplikasi JAKI. Masyarakat dapat memeriksa informasi pendaftaran serta jadwal kegiatan sebelum berkunjung.

(del/agt)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK