Dana MBG Tak Kunjung Cair, Ratusan SPPG di Aceh hingga Jateng Tumbang

CNN Indonesia
Selasa, 09 Jun 2026 09:22 WIB
Ratusan SPPG dari Aceh, Batam, hingga Jabar dan NTB menghentikan program Makan Bergizi Gratis akibat keterlambatan pencairan dana.
Puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Aceh dan Batam berhenti melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak Senin (8/6) kemarin. Ilustrasi (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Aceh, Batam, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga NTB berhenti melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak Senin (8/6) kemarin.

Sebanyak 7 SPPG di Banda Aceh berhenti menyediakan MBG karena dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat belum diterima oleh pengelola dapur.

Koordinator SPPG Wilayah Banda Aceh, Muhammad Reza mengatakan dana yang digunakan untuk menjalankan aktivitas dapur telah habis. Sementara dana pengganti yang biasanya dikirim secara berkala belum masuk ke rekening pengelola.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saldo dana belum dikirim, jadi dana utama yang dipakai untuk melaksanakan operasional dapur itu sudah tidak ada. Saat ini mereka masih menunggu top up dana dari BGN pusat," kata Reza kepada wartawan, Senin (8/6).

Menurut Reza, dari total 37 dapur MBG yang beroperasi di Banda Aceh, hanya tujuh dapur yang terdampak dan terpaksa menghentikan layanan. Sementara dapur lainnya masih dapat beroperasi karena memiliki sisa dana untuk menutupi kebutuhan operasional harian.

Sementara itu, lebih dari 50 dapur SPPG di wilayah Batam, Kepulauan Riau juga berhenti beroperasi dengan alasan yang sama.

"Terkait berhentinya operasional beberapa SPPG memang terjadi mulai hari ini, hal ini dikarenakan belum turunnya anggaran operasional untuk SPPG," ujar Koordinator MBG wilayah Batam, Defri Fernaldi.

Defri mengatakan SPPG baru bisa beroperasi ketika anggaran dari APBN sudah masuk kedalam virtual akun (VA) SPPG. Ia menyebut SPPG dilarang beroperasi jika anggaran tersebut belum masuk dan juga dilarang menggunakan dana talangan dari mitra.

"Informasi tambahan yang kami terima adalah sppg yang belum mendapatkan anggaran, akan dilakukan top up hari ini, Senin (8/6) dari tim keuangan dan KPPN dan akan mulai operasional kembali setelah anggaran tersebut masuk ke dalam VA," jelasnya.

Hal serupa dialami ratusan SPPG di NTB, Jawa Tengah dan Jawa Barat. 

Di NTB, sebanyak 195 dapur SPPG berhenti beroperasi sementara sambil menunggu pencairan dana MBG ke rekening pengelola.

Akibat anggaran tersendat, ratusan ribu penerima manfaat terpaksa gigit jari karena tidak menerima distribusi makanan seperti biasanya. BGN Regional NTB memastikan kendala ini murni masalah teknis pencairan anggaran dari pusat.

"Jadi memang tidak operasionalnya itu menunggu pencairan dana. Hari ini ada pencairan lagi, nanti berprogres, nanti hari ini ada pencairan lagi, nanti akan segera, kami optimalkan semua," kata Kepala BGN Regional NTB, Eko Prasetyo, saat dikonfirmasi detikcom, Senin.

Di Solo, 20 SPPG tak beroperasi karena masalah yang sama. Hal serupa dialami 31 SPPG di Brebes. Ribuan siswa penerima manfaat terkena dampaknya.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Brebes, Arya Dewa Nugroho membenarkan hal tersebut. Data BGN Kabupaten Brebes menyebut, secara keseluruhan ada 50 SPPG dari 182 yang berhenti operasi.

Dari 50 SPPG itu, 31 di antaranya berhenti karena terkendala proses administrasi membuat pencairan dana tertunda. Sedangkan untuk 19 SPPG lainnya berhenti karena terkena suspend.

"Ada 50 SPPG yang berhenti sementara. Sebanyak 31 karena dana belum cair karena keterlambatan pencairan dari pejabat pembuat komitmen (PPK). Kalau 19 SPPG lainnya sedang suspend," jelas Arya kepada detikJateng via pesan WhatsApp, Senin.

Kasus serupa juga dialami SPPG di Majalengka dan Cirebon, Jawa Barat.

Penjelasan Kepala BGN

Sementara itu, Kepala BGN Nanik S Deyang membantah isu penyaluran dana program MBG terhambat atau dihentikan. Menurutnya pencairan dana untuk operasional program telah dilakukan sejak Jumat (5/6) lalu dan kembali dilanjutkan pada awal pekan ini.

Nanik mengatakan sebagian informasi yang beredar terkait kendala penyaluran dana MBG tidak sepenuhnya benar.

"Sebagian dari hoaks. Semua sudah dicairkan dari mulai Jumat," kata Nanik usai pelantikannya di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (8/6).

Nanik mengatakan proses pencairan memang berlangsung bertahap. Sebagian dana telah dicairkan pada Jumat (5/6) lalu, sementara pencairan berikutnya dilakukan pada hari ini, Senin (8/6).

"Jadi memang ada beberapa yang apa namanya yang Jumat itu sudah dicairkan, yang Senin ini juga dicairkan," ujarnya.

Menurut Nanik, BGN juga menerima laporan adanya pencairan anggaran dalam jumlah besar pada hari yang sama.

"Tadi kalau tidak salah kami dapat laporan Rp5 triliun ya dicairkan hari ini," kata Nanik.

Ia menegaskan persoalan yang terjadi lebih bersifat administratif dan teknis, bukan karena adanya penghentian pendanaan program MBG.

"Jadi tidak ada masalah, masalah teknis saja," ujarnya.

(tfq/fra) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]