BBM Naik, Walkot Bandung Imbau ASN Tak Ngantor Naik Kendaraan Pribadi

CNN Indonesia
Kamis, 11 Jun 2026 04:45 WIB
Gedung Sekolah Luar Biasa di Jalan Singa Perbangsa, Bandung, sempat dicoret-coret massa aksi. Di tempat ini, peserta aksi juga mengalami kekerasan aparat.
Ilustrasi pengendara motor di Bandung. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax, mengalami lonjakan kenaikan, Rabu (10/6).

Merespons hal tersebut, Wali Kota Bandung M Farhan menyarankan agar masyarakat di wilayahnya, terutama aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemkot, menyiapkan skema efisiensi.

Salah satunya, Farhan menyarankan ASN di pemkot Bandung melakukan aksi 'nebeng' perjalanan 'Ngantor'.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu disampaikan Farhan soal opsi kebijakan untuk pegawai Pemkot Bandung imbas kenaikan BBM. Mulai dari usulan para pegawai tidak menggunakan kendaraan pribadi saat berangkat ke kantor, hingga opsi carpool atau istilah yang artinya merujuk kepada berbagi tumpangan alias nebeng.

"Nanti pulang dari Jakarta, saya berpikir mungkin betul-betul nih kita akan paksa, minimal mah para pegawai Pemkotnya datang ke kantor, tidak dengan kendaraan pribadi gitu. Atau kalaupun kendaraan pribadi, kita bikin carpool gitu ya, nah itu kira-kira yang mau kita lakukan," kata dia di Pendopo Kota Bandung, Rabu (10/6) dikutip dari detikJabar.

"Karena efisiensi operasional itu menjadi sangat penting, untuk kita memastikan agar biaya yang kita keluarkan untuk BBM juga tidak terlalu tinggi," imbuhnya.

"Sayangnya memang kita kan pemerintah kota ini enggak punya kontrol terhadap harga. Tetapi kita bisa bersama-sama menjaga, jangan sampai kita menjadi konsumen yang boros," sambung politikus NasDem itu.

Sebelumnya pemerintah pusat pada Rabu dini hari resmi menyesuaikan harga bahan bakar jenis Pertamax (RON 92) dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter.

Menurut Farhan hal itu adalah kondisi yang mau tak mau harus dihadapi di tengah kondisi global saat ini.

"Ini kan masalah supply and demand. Da demand mah enggak pernah turun, supply turun-naik, ya kan. Udah gitu, dolar na geh turun-naik. Jadi dengan naiknya harga BBM ini, artinya memang tingkat supply ini lagi rendah dan harga dolar lagi tinggi," katanya.

"Apa boleh buat, kita hadapi. Maka saran saya adalah mari bersama-sama kita lakukan efisiensi operasional," imbuhnya.

Selanjutnya, Farhan sedang mempertimbangkan pemangkasan anggaran belanja operasional. Sejumlah mata anggaran seperti belanja makan dan minum hingga perjalanan dinas tak luput dari rencana efisiensi tersebut.

T"api ya udah, kita sama-sama. Kita sama-sama akan lakukan efisiensi dan penghematan operasional. Belanja operasional nanti memang ada beberapa yang di-cut ya. Seperti mamin, biaya perjalanan dinas, itu, akan mengalami penurunan yang lumayan signifikan," katanya.

Baca berita lengkapnya di sini.

(kid/kid) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]