Bus Dicegat Polisi, Mahasiswa Long March ke Bundaran HI

CNN Indonesia
Jumat, 12 Jun 2026 14:22 WIB
Ratusan mahasiswa yang mayoritas berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI melakukan long march atau berjalan kaki ke Bundaran HI dalam rencana aksi unjuk rasa mereka hari ini, Jumat (12/6). (CNN Indonesia/Thohirin).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ratusan mahasiswa yang mayoritas berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI melakukan long march atau berjalan kaki ke Bundaran HI dalam rencana aksi unjuk rasa mereka hari ini, Jumat (12/6).

Aksi itu dilakukan usai bus dan kendaraan mereka dicegat aparat kepolisian agar aksi tak dilakukan di Bundaran HI.

Massa long march bertolak dari depan kompleks parlemen sekitar pukul 13.00 WIB, usai dua mobil mini bus rombongan sempat dicegat di kawasan Semanggi. Walhasil, mobil kemudian menuju ke DPR.

Mahasiswa kemudian terlibat debat dan cekcok dengan aparat kepolisian yang telah berjaga. Mereka mempertanyakan alasan polisi melarang aksi unjuk rasa di Bundaran HI.

"Masalahnya aspirasi dan tuntutan kami enggak ke DPR saja," ujar perwakilan mahasiswa.

Polisi sempat meminta agar mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di kompleks parlemen, dan tidak melanjutkan perjalanan ke HI.

Kepala Bagian Perencanaan (Kabag Ren) Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Adri Desas Furyanto bahkan mempersilakan dirinya ditabrak jika mahasiswa tetap ngotot ke Bundaran HI.

"Kalau memaksakan kehendak, silakan tabrak kami. Kalau kalian ke titik sini, tidak akan dihalangi," katanya.

Setelah kendaraan mereka dilarang melaju, mahasiswa pun memutuskan turun dari kendaraan. Mereka tetap melanjutkan dengan berjalan kaki ke Bundaran HI, yang jaraknya sekitar 6,5 kilometer.

Dalam aksinya mahasiswa akan membawa lima tuntutan, pertama, meminta pemerintah menghentikan pemborosan APBN. Kedua, turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.

Ketiga, hentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Keempat, hentikan militerisme sipil, dan kelima, menuntut Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah.

(thr/ugo)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK