Koalisi Sipil Surabaya Gelar Aksi Senin Ini, BEM SI Jatim Hari Rabu

CNN Indonesia
Senin, 15 Jun 2026 07:43 WIB
Ilustrasi. Gabungan masyarakat sipil di Surabaya gelar aksi di depan Gedung Negara Grahadi hari ini. (CNN Indonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia --

Kelompok masyarakat sipil di Kota Surabaya bakal menggelar aksi demonstrasi bertajuk 'Rakyat Surabaya Menggugat' di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Senin (15/6).

Aksi ini digelar untuk menyampaikan tuntutan dan protes terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan masyarakat.

Koordinator Lapangan Aksi Kamisan Surabaya, Muhammad Ikhsan Aditya, menjelaskan ada sejumlah poin tuntutan utama yang akan disuarakan dalam aksi tersebut. Yang pertama yakni cabut UU Polri dan UU TNI yang baru.

"Yang pertama soal pencabutan revisi Undang-Undang Polri yang dilakukan secara ugal-ugalan beberapa hari lalu. Yang kedua, pencabutan Undang-Undang TNI tahun 2025 yang memberi karpet bagi praktik militerisme dan dwifungsi TNI, kembalikan TNI ke barak," kata Ikhsan saat dikonfrimasi CNNIndonesia.com.

Selain itu, Aksi Kamisan Surabaya juga bakal menyorot program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih yang membebani APBN, penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), penguatan nilai tukar rupiah, hingga penghentian eksploitasi alam.

Soal pemilihan lokasi, Ikhsan menyebut Gedung Grahadi dipilih karena kawasan ini merupakan jalan utama yang ramai dilintasi masyarakat Surabaya.

Pihaknya berharap melalui aksi ini warga Surabaya makin peduli terhadap isu-isu kerakyatan dan kesejahteraan sesama.

"Grahadi itu bagian dari jalan yang rakyat Surabaya memang lumrah melewati jalan itu. Di sana gedung yang bersejarah, dan kami berharap bisa menyampaikan aspirasi di gedung bersejarah di depan Grahadi," ucap Adit.

Adit memastikan aksi ini bebas diikuti mahasiswa, pekerja, buruh dan elemen masyarakat sipil lainnya. Ia menyebut gerakan ini adalah bentuk respons atas situasi terkini sekaligus pemantik bagi aksi yang lebih besar ke depan.

"Aksi ini sebetulnya respons dan bagian dari aspirasi kami, dan mungkin ini sebagai aksi pemantik untuk selanjutnya dilakukan aksi yang lebih besar lagi," katanya.

BEM SI Jatim

Sementara itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Jawa Timur berencana menggelar aksi terpisah pada Rabu (17/6).

Koordinator Wilayah BEM SI Jawa Timur, Muhammad Aqomaddin, mengatakan pihaknya masih merampungkan persiapan, termasuk soal titik lokasi aksi.

"Kami rencanakan aksi di tanggal 17 [Juni 2026], hari Rabu. Terkait titik lokasinya belum fix, karena kami belum melakukan pengecekan ke lapangan," kata Aqomaddin.

Aqomaddin menyebut ada lima tuntutan yang akan disuarakan mahasiswa dalam aksi yang diperkirakan akan diikuti serbuan mahasiswa tersebut.

"Pertama, hentikan program MBG dan KDMP. Kedua, cabut UU Polri dan UU TNI. Ketiga, turunkan harga BBM. Keempat, tolak militerisme. Kelima, menuntut penguatan rupiah," katanya.

Untuk mematangkan persiapan, ia menambahkan, pihaknya akan menggelar konsolidasi lanjutan sehari sebelum aksi digelar.

"Insyaallah di H-1, tepatnya tanggal 16, kemungkinan kami akan mengadakan konsolidasi lanjutan," kata Aqomaddin.

Sebelumnya, gelombang demo dengan isu hampir serupa juga terjadi di sejumlah kota di Indonesia pekan lalu, termasuk yang dilakukan gabungan mahasiswa di Jakarta dan Solo pada Jumat (12/6), Bandung pada Kamis (11/6), dan Yogyakarta pada Sabtu (12/6).

(frd/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK