Wamenhaj Catat Angka Kematian Jemaah Haji Tertinggi Ada di Jatim

CNN Indonesia
Sabtu, 13 Jun 2026 04:50 WIB
Wamenhaj  mengungkapkan Jawa Timur menjadi provinsi penyumbang angka kematian jemaah haji tertinggi se-Indonesia pada musim haji 2026 ini.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak (CNN Indonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan Jawa Timur menjadi provinsi penyumbang angka kematian jemaah haji tertinggi se-Indonesia pada musim haji 2026 ini.

Dahnil menyebut, tercatat sebanyak 65 jemaah asal Jawa Timur meninggal dunia. Angka mortalitas itu merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia dibandingkan provinsi lain.

"Jawa Timur adalah salah satu daerah yang tingkat mortalitasnya tinggi, tingkat kematian jemaahnya tinggi. Hari ini 65 orang. Walaupun memang ada penurunan signifikan dibandingkan tahun yang lalu," kata Danhil di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Jumat (12/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, angka tersebut sebenarnya menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 100 jemaah.

"Tahun lalu sudah 100 lebih tapi tahun ini 65 orang, tapi itu relatif masih penyumbang yang tertinggi di Indonesia 65 orang," lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa mayoritas jemaah yang meninggal memiliki riwayat penyakit penyerta atau komorbid, mulai dari gangguan pernapasan hingga jantung.

"Mayoritas itu pneumonia ya, napas, pernapasan, kebutaan, jantung karena memang punya komorbid dari dalam tubuh. Kalau itu kan istirahat menjadi catatan serius," katanya.

Danhil menilai, faktor usia jemaah tidak bisa dijadikan patokan penyebab kematian atau untuk menentukan kelayakan kesehatan seseorang berangkat haji atau tidak.

"Kalau umur, ini debatable karena bukan ukuran. Begitu Anda perhatikan ada bapak-bapak kita yang umur 70 tahun petani tapi sehat bugar, Anda-anda misalnya umur 40 tahun 50 tahun kadang-kadang sudah kayak 70 tahun gitu. Itu banyak yang begitu kan Mas," tuturnya.

Menanggapi tingginya angka kematian tersebut, Dahnil menegaskan pihaknya akan memperketat penerapan istithaah kesehatan bagi calon jemaah haji ke depan.

Menurutnya pemeriksaan kesehatan di dalam negeri, khususnya terkait penyakit komorbid, akan menjadi fokus utama sebelum keberangkatan.

"Catatan buat Jawa Timur depan memang yang harus kita perketat itu istithaah kesehatan," ucapnya.

"Yang didorong tentu pemeriksaan di dalam negeri. Pemeriksaan di dalam negeri itu akan lebih lebih ketat terutama yang komorbid. Komorbid penyakit-penyakit tertentu ya jantung, darah tinggi dan sebagainya," tambahnya.

Selain memperketat pemeriksaan kesehatan, Dahnil menyatakan pihaknya juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.

"Yang juga tidak kalah penting itu adalah bagaimana kami terus bisa meningkatkan pelayanan. Jadi PR kami tentu adalah terus meningkatkan pelayanan," kata dia.

(frd/kid) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]