Polisi Persilakan Eks Ketua BEM UGM Tiyo Laporkan Temuan Alat Pelacak

CNN Indonesia
Selasa, 16 Jun 2026 20:33 WIB
Kepolisian DIY mempersilakan eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto untuk membuat laporan resmi kepolisian menyangkut temuan dua alat diduga pelacak. (CNN Indonesia/Tunggul).
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mempersilakan eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto untuk membuat laporan resmi kepolisian menyangkut temuan dua alat diduga pelacak yang terpasang pada mobil.

"Kami mempersilahkan saudara Tiyo atau pihak yang dirugikan untuk segera membuat laporan resmi ke Polda DIY. Laporan tersebut penting sebagai dasar hukum bagi kami untuk melakukan penyelidikan secara prosedural, objektif dan mendalam," ujar Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan dalam keterangannya, Senin (15/6).

Ihsan menuturkan sejauh ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari Tiyo. Kendati, jajarannya tetap melaksanakan pemantauan dan pengumpulan informasi awal guna menjaga kondusifitas situasi kamtibmas.

Sementara itu, Tiyo sendiri tengah mempertimbangkan untuk pembuatan laporan resmi kepolisian terkait temuan alat bernama PBX Finder yang diduga pelacak ini.

"Saya sedang pertimbangkan untuk laporkan sembari lakukan investigasi secara mandiri," ujar Tiyo secara terpisah.

Tiyo mengaku menemukan dua alat pelacak yang terpasang di mobil yang dikendarainya. Temuan itu diungkapkan melalui akun Instagram pribadinya setelah ia menerima sejumlah notifikasi dari perangkat pelacak bernama PBX Finder saat melakukan perjalanan dari Semarang ke Yogyakarta.

Menurut Tiyo, semula ia menyadari kehadiran beberapa orang tak dikenal yang menguntit dan memotretnya secara terang-terangan saat mengisi kegiatan diskusi di Semarang pada Sabtu (13/6).

"Itu menurut saya jadi aba-aba bahwa saya memang sedang diintai," kata Tiyo.

Usai kegiatan tersebut, Tiyo berangkat ke Yogyakarta untuk mengikuti aksi demonstrasi di Gejayan.

Dalam perjalanan, ponselnya menerima notifikasi terkait perangkat pelacak yang bergerak bersamanya. Setelah aksi selesai, ia memeriksa mobil dan menemukan sebuah alat berbentuk kotak bermagnet yang ditempel di bagian belakang bodi kendaraan.

Keesokan harinya, saat kembali menuju Semarang, notifikasi serupa kembali muncul meski alat pertama telah dilepas. Setelah dilakukan pencarian ulang, Tiyo menemukan alat kedua berbentuk lingkaran pipih yang ditempel menggunakan lakban hitam di bagian ban kanan belakang mobil.

Tiyo mengaku sempat khawatir karena tidak mengetahui apakah kedua alat tersebut saling terkait. Ia menduga alat pertama baru dipasang saat berada di Yogyakarta karena kondisinya masih bersih, sementara alat kedua diketahui telah terpasang sejak Jumat (12/6) dan terakhir terlacak diperiksa pemiliknya saat ia masih berada di sebuah hotel di kawasan Tembalang, Semarang.

Setelah berkonsultasi dengan sejumlah pihak, Tiyo menilai pemasangan alat pelacak itu kemungkinan merupakan bentuk intimidasi.

"Saya kira justru itulah letak di mana terornya terjadi. Bahwa ini sengaja dipasang untuk saya ketahui supaya jadi alarm bagi diri saya bahwa ke mana pun saya pergi ada orang-orang yang tahu, ada orang-orang yang mengamati," pungkasnya.

(kum/sfr)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK