BEM Psikologi UNJ Merasa Dicatut Terkait Pernyataan BEM Bersatu

CNN Indonesia
Rabu, 17 Jun 2026 18:02 WIB
BEM Fakultas Psikologi UNJ menegaskan sudah dicatut dan tidak terlibat dalam konferensi pers BEM Bersatu.
Ilustrasi. BEM Psikologi UNJ buka suara soal pencatutan BEM Bersatu.(www.unj.ac.id)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyatakan dicatut dalam konferensi pers yang dilakukan Aliansi Mahasiswa BEM Bersatu.

Dalam acara itu, hadir individu bernama Ahmad Ghazy yang mengatasnamakan BEM Psikologi UNJ.

"BEM FPsi UNJ tidak pernah memberikan persetujuan kepada pihak tersebut untuk mewakilkan dan menggunakan nama BEM FPsi UNJ," dikutip dari unggahan instagram resmi BEM FPSi UNJ, Rabu (17/6). Unggahan itu telah diizinkan untuk dikutip.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BEM FPSi UNJ menyatakan Individu yang terlibat dalam kegiatan tersebut merupakan alumni FPsi UNJ angkatan 2020 dan bukan bagian dari anggota/kepengurusan aktif BEM FPsi UNJ 2026.

Oleh karena itu, BEM FPSi UNJ menyatakan tindakan maupun pandangan yang disampaikan merupakan tanggung jawab pribadi pihak tersebut.

"Kami sangat menyayangkan adanya pelanggaran etik tersebut dan atas tindakan tersebut, yang bersangkutan diminta untuk menyampaikan permohonan maaf kepada BEM FPsi UNJ atas ketidaknyamanan serta dampak yang ditimbulkan," kata BEM FPSi UNJ.

Sebagai organisasi di lingkungan akademik Psikologi, BEM FPSi UNJ meyakini etika, penghormatan terhadap persetujuan (consent), dan integritas merupakan nilai yang perlu dijunjung tinggi dan diinternalisasikan dalam setiap bentuk tindakan maupun relasi profesional.

Selain BEM FPSi UNJ, sejumlah kampus juga telah menyatakan dicatut di dalam acara itu. Di antaranya FISIP Universitas Nasional dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI).

Sebelumnya, Aliansi mahasiswa bernama BEM Bersatu menyatakan sikap menolak gerakan mahasiswa yang ditunggangi kepentingan politik praktis. Mereka menilai gerakan mahasiswa harus menjadi suara rakyat, bukan alat untuk merebut kekuasaan.

"Kami, BEM Bersatu, menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan," kata perwakilan dari BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, yang merupakan Ketua BEM Hukum UIC dalam konferensi pers di Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (16/6)

Untuk itu, mereka menyatakan sejumlah tuntutan, yaitu:

1. Mendesak sterilisasi gerakan mahasiswa dari pendanaan, fasilitas, dan segala bentuk intervensi politik praktis.
2. Mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis dengan catatan perbaikan tata kelola agar tepat sasaran dan akuntabel.
3. Mendukung pengusutan tuntas koruptor tanpa pandang bulu serta mengajak seluruh mahasiswa Indonesia mengawal proses hukum secara kritis dan objektif.

Berikut daftar nama BEM Bersatu yang hadir dalam konferensi pers tersebut:

- Wildan Ricky (Ketua BEM Fakultas Hukum UNISIA)
- Muhammad Yani (BEM Fakultas Hukum UIJ)
- Ardi Zulkifly (Ketua BEM FISIP UNAS)
- Ardiansyah (Ketua BEM institut Al- Aqidah)
- Ahmad Ghazy (BEM Psikologi UNJ)
- Alfi (Ketua BEM FEB UNPAM)
- Rahmat Djimbula (Ketua BEM Hukum UIC)
- Dicky (BEM F.IPS Unindra)
- Ahmad (BEM Fakultas Tekhnik Universitas BSI)
- Rezky Anandar (BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Managemen Administrasi Institut STIAMI)

(dal/yoa/dal) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]