Polri Kaji Pembentukan Universitas Kepolisian untuk Umum

CNN Indonesia
Kamis, 18 Jun 2026 01:00 WIB
Polisi berbaris pada Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Candi 2015 untuk pengamanan Natal dan tahun baru di Mapolda Jateng, di Semarang, Rabu (23/12). Polda Jateng menyiapkan sebanyak 8.685 personel dan memprioritaskan pengamanan ekstra pada 173 dari 2
Ilustrasi. Lemdiklat Polri mengkaji pembentukan Universitas Kepolisian yang dapat diakses masyarakat umum. (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri mengaku tengah mengkaji pembentukan Universitas Kepolisian.

Kepala Lemdiklat Polri Komjen RZ Panca Simanjuntak menyebut Universitas tersebut rencananya akan dapat diakses masyarakat umum yang ingin mendalami ilmu keamanan ataupun kepolisian.

Ia menjelaskan jika Universitas Kepolisian itu sudah terbentuk maka tidak akan ada lagi Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Panca mengklaim perubahan STIK menjadi Universitas Kepolisian sebagai upaya menyesuaikan kebutuhan sumber daya manusia Polri di masa depan.

"Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian harus beradaptasi dan mengembangkan diri melalui Universitas Kepolisian yang saat ini sedang kita bahas untuk dapat mengakomodir tidak hanya polisi, tetapi seluruh elemen masyarakat," ujarnya.

Ia menyebut penguatan pendidikan menjadi salah satu langkah Polri meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pada tahun ini, sebanyak 289 peserta didik diwisuda dari program sarjana, magister, dan doktoral di STIK.

Panca mengatakan pendidikan itu menjadi bagian dari upaya Polri meningkatkan kemampuan dan pengetahuan personel agar mampu menjawab tantangan tugas di lapangan melalui pendekatan keilmuan.

Dalam kesempatan yang sama,, Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen Eko Rudi Sudarto mengungkapkan gagasan Universitas Kepolisian telah dideklarasikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sejak tiga tahun lalu.

Harapannya, kata dia, kehadiran Universitas Kepolisian dapat membuka ruang yang lebih luas bagi berbagai kalangan untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu kepolisian dan keamanan.

"Dengan Universitas Kepolisian tentu harapannya banyak lagi masukan-masukan, karena ilmu itu tidak bersifat eksklusif. Ilmu itu harus inklusif, semua," tuturnya.

(tfq/isn) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]