Hendropriyono Bantah Isu Terlibat Aksi Penggulingan Pemerintah

CNN Indonesia
Jumat, 19 Jun 2026 12:46 WIB
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M Hendropriyono. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M. Hendropriyono menegaskan dirinya dan orang-orang dekatnya tidak terlibat dalam aksi penggulingan pemerintah yang sah.

Pernyataan itu disampaikan Hendropriyono menjawab pertanyaan soal isu orang yang ada di dekatnya berada di balik gerakan gelombang aksi mengkritik keras pemerintah. Menurut dia, isu atau tuduhan itu adalah hoaks.

"Bahwa saya dan orang-orang yang ada di dekat saya tidak ada yang terlibat. Tidak ada teman-teman maupun keluarga yang tidak mendukung pemerintah," ujar Hendropriyono, Jumat (19/6). 

Ia menegaskan pihaknya tidak mendukung dan memerintahkan aksi-aksi yang bertujuan menggulingkan pemerintahan yang sah.

Menurut Hendropriyono, penyampaian pendapat di muka umum harus tetap berada dalam koridor hukum dan konstitusional. Karena itu, ia menegaskan bahwa informasi yang menyebut dirinya mendukung penggulingan pemerintah adalah hoaks dan fitnah.

Ia menekankan persatuan bangsa, ketertiban konstitusi, dan keselamatan negara harus selalu ditempatkan di atas kepentingan golongan maupun ambisi politik sesaat.

Jenderal penerima Bintang RI dari Presiden Prabowo Subianto itu menjelaskan bahwa demokrasi hanya dapat berkembang dengan baik apabila perbedaan disalurkan melalui cara-cara yang damai, beradab, dari konstitusional.

Menurut dia, semua upaya inkonstitusional yang mengancam persatuan bangsa dan pemerintahan yang sah, dinilainya, tidak boleh mendapatkan empat dalam kehidupan bernegara.

Hendropriyono menegaskan selalu memegang prinsip menjaga keutuhan Republik Indonesia dan stabilitas nasional. Prinsip itu, lanjutnya, dia pegang teguh sejak aktif sebagai anggota TNI hingga pensiun.

"Sejak dulu, saya dan teman-teman tentara, yang sekarang purnawirawan, apalagi yang masih aktif, mengabdikan diri kepada negara dalam berbagai penugasan. Prinsip kami sama, menjaga keutuhan Republik Indonesia yang Pancasilais, UUD 1945, dan stabilitas nasional," katanya.

Ia lantas meminta masyarakat tidak mudah percaya informasi palsu dan selalu mengecek setiap informasi yang diterima.

"Saya mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap hoaks, apalagi simulakra. Selalu periksa fakta sebelum menyebarkan informasi, jangan main forward aja," katanya.

Selain itu, Hendropriyono pun menyebut tidak ada hubungan antara kerabat dengan pilihan atau pandangan politik atau ideologi. Kedua hal tersebut tidak bisa disamakan.

"Anak, menantu, saudara, besan, maupun kerabat dapat saja memiliki pandangan politik yang berbeda. Tidak selalu sama," katanya.

"Dalam politik, setiap orang bertanggung jawab atas sikap dan tindakannya sendiri, bukan atas hubungan kekeluargaan. Kekerabatan tidak identik dengan kesamaan ideologi. Hubungan darah tidak dapat dijadikan bukti adanya hubungan politik. Itu yang harus dipegang kalau memang kita orang yang melek dan intelek," sambungnya.

(antara/wis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK