Daftar Rekomendasi DPRD Usul Ubah Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda
Komisi 1 DPRD Jabar memberikan beberapa rekomendasi usai menggelar rapat kerja bersama Komunitas Pengkaji Pergantian Nama Provinsi Jawa Barat terkait perubahan menjadi Tatar Sunda.
Ketua Komisi 1 DPRD Jabar Rahmat Hidayat mengatakan terdapat tiga poin rekomendasi dari rapat kerja bersama tersebut yang digelar Kamis (2/7).
Rekomendasi pertama yakni perubahan nama tersebut patut diapresiasi untuk dikaji dan ditindaklanjuti.
"Komunitas Pengkaji Pergantian Nama Provinsi Jawa Barat yang mengusulkan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda merupakan aspirasi masyarakat yang patut diapresiasi untuk dikaji dan ditindaklanjuti," kata dia.
Kemudian, wacana perubahan nama dari Jawa Barat menjadi Tatar Sunda agar dikaji dan ditindaklanjuti Pemprov Jabar.
"Terkait kajian dan tindak lanjut perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda, sesuai dengan mekanisme tata tertib DPRD, sebaiknya dikaji dan ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat," katanya.
Terakhir, Komisi 1 meminta agar memperkuat nilai budaya Sunda agar dikembangkan melalui kurikulum pendidikan sebagai muatan lokal pada setiap jenjang pendidikan di Jawa Barat.
"Seiring dengan proses kajian dan tindak lanjut oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, Komisi I merekomendasikan untuk memperkuat nilai budaya Sunda agar dikembangkan melalui kurikulum pendidikan sebagai muatan lokal pada setiap jenjang pendidikan di Jawa Barat," katanya.
Usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda digagas oleh sejumlah tokoh Sunda, budayawan, dan akademisi, dengan Guru Besar Universitas Padjadjaran (Unpad), Ganjar Kurnia.
Gagasan ini pertama kali dicetuskan dalam Kongres Sunda yang diadakan di Bandung pada Oktober 2020 dan kembali menguat karena didorong oleh berbagai elemen masyarakat. Usulan tersebut kini telah mendapat perhatian dari DPRD Jawa Barat dan akan dilanjutkan ke tahap uji publik.