Bahayakan Nyawa, Bos Petani Terbang Pakai Drone Minta Maaf

CNN Indonesia
Sabtu, 11 Jul 2026 07:40 WIB
Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang, Budianto (47), meminta maaf atas unggahan video petani terbang diangkut drone yang dibuatnya. (Tangkapan Layar akun TikTok @mbahkaruhon.)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang, Budianto (47), sekaligus pemilik akun TikTok @mbahkaruhon.tiktok.com1, yang mengunggah video petani terbang dengan diangkut drone atau pesawat nirawak menyatakan permintaan maaf.

Ia meminta maaf karena video yang diunggahnya itu memicu kegaduhan publik. Ia juga berjanji tak akan mengulanginya lagi karena tindakan itu dinilai bisa membahayakan.

"Atas kegaduhan video tersebut saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat di manapun berada, dan akan saya sampaikan kepada mitra saya bahwa hal tersebut sangat berbahaya, serta tidak akan mengulanginya lagi," kata Budianto dalam video permintaan maaf.

Budianto mengatakan, video petani yang diangkat menggunakan drone berkapasitas besar itu tidak direkam di Kabuh, Jombang, Jawa Timur.

"Perkenalkan saya atas nama Budianto biasa disebut di akun TikTok @mbahkaruhon mengklarifikasi bahwa saya mengunggah petani naik drone tersebut bukan dibuat di wilayah Kabuh, Jombang," ucapnya.

Video yang memperlihatkan petani diangkut menggunakan drone atau moda nirawak saat pulang-pergi dari lahan perkebunan viral di media sosial.

Budianto mulanya mengungkap, unggahan itu sebenarnya sekadar konten iseng belaka.

Ia yang juga merupakan Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang mengatakan fungsi utama drone pertanian berkapasitas besar itu ialah untuk mengangkut pupuk, bibit, dan hasil panen.

"Itu sebenarnya buat konten saja. Itu sebenarnya ya iseng-iseng saja," kata Budianto, warga asal Jombang, Jawa Timur, saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Selasa (7/7).

Ia mengatakan, drone itu biasanya digunakan untuk menyemprot cairan pestisida dan pupuk cair ke tanaman-tanaman di lahannya dari ketinggian.

Budianto mengatakan, metode itu dinilai efektif dan efisien membantu kerja petani. Apalagi di medan perkebunan yang sulit dijangkau.

[Gambas:Video CNN]

Sesekali, kata Budianto, karena kekuatan drone tersebut yang mampu mengangkat beban hingga 150 kilogram (kg), pesawat nirawak itu juga digunakannya untuk mengangkut pupuk dan bibit.

Ihwal drone mengangkut petani itu pun, Budianto mengakui hal itu berawal dari rasa penasarannya untuk menguji kekuatan angkut alat tersebut, bukan direncanakan sebagai bagian dari operasional rutin.

Ia pun memastikan hanya sebagian kecil pekerja yang ikut diangkut drone dan itu pun sifatnya untuk hiburan semata, bukan metode transportasi kerja yang diterapkan pihaknya.

"Itu sebenarnya ya iseng-iseng. 'Coba-coba ini angkut aku kuat enggak? Beratmu kan cuma mungkin 60 sampai 70 kilo diangkut, ya bisa nyampe sana'," ujarnya.

(mnf/asr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK