Pemasangan Stick Cone di Rawa Buntu Dikeluhkan, Bikin Tambah Macet

CNN Indonesia
Rabu, 15 Jul 2026 16:45 WIB
Sejumlah kendaraan melintas di samping stick cone jalur sepeda yang rusak di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu (23/11/2022). (CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Ilustrasi. Pemasangan stick cone di Jalan Raya Rawa Buntu, Serpong, menuai keluhan pengendara (CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Tangerang, CNN Indonesia --

Pemasangan stick cone atau pembatas jalan di Jalan Raya Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan, menuai keluhan dari sejumlah pengendara.

Keberadaan pembatas tersebut dinilai justru memperparah kemacetan di ruas jalan tersebut, terutama pada jam sibuk.

Stick cone dipasang setelah titik putar balik (u-turn) menuju akses Tol Serpong dan kawasan ITC BSD. Pembatas jalan itu membentang hingga puluhan meter, melewati akses masuk Stasiun Rawa Buntu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang pengendara, Toni, mengaku arus kendaraan menjadi lebih padat sejak pemasangan pembatas jalan tersebut.

"Jadi makin macet. Tadi pagi macet banget," ujar Toni, Selasa (14/7).

Menurut Toni, ia belum mengetahui tujuan pasti pemasangan stick cone itu. Namun, ia menduga pembatas dipasang untuk mencegah kendaraan langsung berbelok menuju Stasiun Rawa Buntu usai melakukan putar balik.

Meski demikian, ia menilai kebijakan tersebut belum efektif mengurai kepadatan lalu lintas karena antrean kendaraan tetap terjadi.

Ia berpendapat penanganan kemacetan seharusnya tidak hanya mengandalkan pemasangan pembatas jalan, tetapi juga disertai penertiban angkutan kota yang kerap berhenti atau menunggu penumpang di sekitar lokasi.

"Harusnya bukan cuma dipasang itu, tapi angkot-angkot yang ngetem juga dirapikan," katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang Selatan, Julham Firdaus, meminta pembatas jalan (stick cone) di Jalan Raya Rawa Buntu, Serpong, dibongkar sementara.

Permintaan itu disampaikan setelah ia meninjau langsung kondisi lalu lintas di lokasi dan menilai keberadaan pembatas justru memperparah kemacetan.

Julham mengatakan dirinya memantau arus kendaraan di kawasan tersebut sejak pukul 07.00 hingga 09.00 WIB. Berdasarkan hasil pemantauan, antrean kendaraan terjadi secara terus-menerus tanpa jeda.

"Saya tinjau langsung dari jam 07.00 sampai jam 09.00, macetnya tidak terputus," kata Julham, Rabu (15/7).

Menurut Julham, pemasangan stick cone juga membuat lebar jalur di titik putar balik menjadi lebih sempit sehingga menyulitkan kendaraan saat bermanuver.

Ia pun meminta agar pembatas jalan tersebut dibuka sementara sambil dilakukan evaluasi terhadap rekayasa lalu lintas di kawasan itu.

"Hari ini dibuka saja. Saya langsung minta dibuka untuk kita pantau dulu seperti apa penguraiannya. Jadi yang namanya putaran itu, saat kendaraan berputar jalannya jangan mengecil, harus melebar," ujarnya.

Selain meminta pembongkaran sementara, Komisi IV DPRD Tangsel berencana memanggil Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan untuk meminta penjelasan mengenai dasar pemasangan stick cone di Jalan Raya Rawa Buntu.

Julham mengatakan pihaknya akan membahas persoalan tersebut dalam rapat koordinasi bersama Dishub guna mencari solusi yang dinilai lebih efektif dalam mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai tujuan maupun evaluasi pemasangan stick cone di Jalan Raya Rawa Buntu tersebut.

(arl/isn) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]