79 Napi Lapas Makassar Berisiko Tinggi Dipindahkan ke Nusakambangan

CNN Indonesia
Senin, 20 Jul 2026 23:30 WIB
Sebanyak 79 narapidana kategori risiko tinggi di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Makassar dipindahkan ke Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Ilustrasi (Arsip Ditjen PAS)
Makassar, CNN Indonesia --

Sebanyak 79 narapidana kategori risiko tinggi di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Makassar dipindahkan ke Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

"Pemindahan narapidana risiko tinggi ke Nusakambangan merupakan bagian dari strategi penguatan sistem pengamanan pemasyarakatan," kata Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Selatan, Mulyadi dalam keterangannya, Senin (20/7).

Seluruh narapidana yang dipindahkan merupakan warga binaan kategori risiko tinggi dengan berbagai perkara pidana, kata Mulyadi para narapidana selanjutnya akan ditempatkan berdasarkan tingkat risiko menjadi langkah agar pembinaan dapat berjalan lebih efektif tanpa mengabaikan aspek keamanan.

"Langkah ini juga bertujuan menempatkan narapidana sesuai tingkat risikonya sehingga proses pembinaan dapat berlangsung lebih efektif, terukur, dan optimal," ungkapnya.

Mulyadi mengatakan keberhasilan proses pemindahan ini tidak terlepas dari sinergi seluruh petugas yang terlibat dalam operasi tersebut .

"Sinergi yang kuat menjadi kunci dalam mendukung terciptanya pemasyarakatan yang aman, tertib, serta sejalan dengan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mewujudkan pemasyarakatan yang semakin profesional dan bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Kepala Lapas Makassar, Gumilar Budirahayu mengatakan narapidana yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin, mengganggu keamanan dan ketertiban lapas maupun memiliki resiko tinggi akan ditindak sesuai ketentuan berlaku.

"Termasuk melalui pemindahan ke Nusakambangan," ujar Gumilar.

Penempatan narapidana di lapas dengan tingkat pengamanan sesuai kata Gumilar menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan proses pembinaan.

"Bagi narapidana kategori high risk, pembinaan akan lebih optimal apabila dilaksanakan di satuan kerja yang memiliki sistem pengamanan dan program pembinaan khusus seperti di Nusakambangan," pungkasnya.

(mir/fra)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK