Universitas Republik Indonesia Akan Fokus ke Pengembangan STEM

CNN Indonesia
Kamis, 23 Jul 2026 13:37 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto melantik Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) di Istana Kepresidenan, Rabu (22/7). (CNN Indonesia/Muhammad Naufal).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto mengatakan Universitas Republik Indonesia (URI) akan fokus ke sektor STEM.

STEM merupakan singkatan dari Science, Technology, Engineering, and Mathematics.

"Ya salah satunya fokusnya ke situ," kata Aris di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (23/7).

Meski begitu, Aris mengatakan URI tak fokus pada STEM semata, tetapi juga sektor lainnya.

Aris mencontohkan misalnya program studi kedokteran untuk mengatasi kekurangan jumlah dokter di Indonesia.

"Kita juga perlu kedokteran itu harus ditingkatkan karena kan sangat kurang sekali ya. Itu 1 banding 1.000, itu idealnya PBB ya, WHO. Tapi kan kita kalau enggak salah hanya 0,47 ya itu di perkotaan, mungkin 0,27 di pedesaan," ujarnya.

Aris menyebut pembentukan URI ini merupakan langkah Prabowo dalam mempersiapkan generasi emas pada 2045.
Ia mengatakan jika ingin maju, maka Indonesia harus bisa menguasai sektor teknologi.

"Oleh karena itu, Pak Presiden ya fokus mengedepankan universitas yang berbasis pada STEM," ujarnya.

Prabowo baru saja membentuk Universitas Republik Indonesia. Ia menunjuk Donny Ermawan dan Yos Sunitiyoso selaku Gubernur dan Wakil Gubernur URI.

Terpisah, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Lembaga Universitas Republik Indonesia disiapkan untuk mencetak calon-calon pemimpin bangsa dengan mengadopsi model lembaga pendidikan kepemimpinan yang diterapkan di sejumlah negara.

"Itu sudah kita persiapkan lama. Cuma, waktunya kan enggak pas lama. Nanti ada waktunya aku jelasin, detailnya. Jadi, belajar kayak beberapa negara itu punya lembaga-lembaga pendidikan yang emang khusus itu mempersiapkan calon-calon pemimpin," kata Pras di Kompleks Istana Kepresidenan.

Pras mengatakan para pejabat pemerintahan, pejabat BUMN hingga kepala daerah di umumnya pernah mengikuti pendidikan di lembaga tersebut.

"Semua pejabat pemerintahan, semua pejabat BUMN, bahkan pejabat gubernur, bupati itu harus masuk atau pernah mengikuti pendidikan itu, satu lembaga," kata dia.

Melalui model serupa, pemerintah berharap para calon pemimpin di Indonesia memiliki kemampuan teknis sekaligus wawasan kebangsaan yang kuat.

(mnf/ugo)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK