Atasi Ancaman Kekeringan, Pemkab Blora Kerahkan Ribuan Tangki Air

Pemkab Blora | CNN Indonesia
Senin, 03 Agu 2026 12:35 WIB
(Foto: dok Pemkab Blora)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora bergerak cepat merespons ancaman kekeringan musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah. Bekerja sama dengan jajaran Polres Blora, penyaluran bantuan (dropping) air bersih kini mulai didistribusikan kepada masyarakat terdampak menggunakan sekitar 1.400 tangki.

Langkah taktis tersebut ditandai dengan pelepasan armada tangki air bersih secara simbolis oleh Bupati Blora Arief Rohman pada Minggu (2/8) pagi. Arief menegaskan, bahwa pendistribusian ini merupakan bentuk kehadiran dan sinergi lintas instansi dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di musim kering.

"Ini di Blora sudah mulai masuk musim kering. Kita mulai distribusikan bantuan dropping air bersih, sinergi antara Pemkab Blora dan juga Polres Blora," ujar Arief di sela-sela agenda pelepasan bantuan.

Untuk menanggulangi krisis air tahun ini, Pemkab Blora telah mengalokasikan kuota bantuan dalam jumlah besar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Dari APBD sendiri, kita akan siapkan sekitar 1.400 tangki. Sejauh ini yang sudah terdistribusi ada sekitar 48 tangki untuk wilayah Kecamatan Jati dan Randublatung. Hari ini kita lanjutkan distribusi untuk Kecamatan Jiken, Jepon, dan Japangrejo," imbuh Arief.

Bupati menyatakan, penanganan dampak kemarau akan lebih maksimal jika dilakukan secara gotong royong. Untuk itu, ia membuka ruang dan mengajak berbagai elemen untuk ikut turun tangan.

"Tentunya kami berharap adanya partisipasi dari diaspora maupun dari berbagai pihak lainnya untuk bersama-sama membantu mengatasi kekeringan yang ada di Blora," katanya.

Sementara bagi masyarakat atau pemerintah desa yang wilayahnya mulai mengalami krisis air bersih, Arief mengimbau agar proaktif melaporkan kondisi ke instansi terkait, sehingga penyaluran bantuan bisa terdata dan tepat sasaran.

"Jadi untuk masyarakat yang nanti mengalami kekeringan, bisa segera berkoordinasi dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) agar nanti bisa kita salurkan air bersihnya. Terima kasih, mari kita lepas dulu simbolisnya hari ini," pungkas Arief.

(rea/rir)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK