Selain Senpi, CD Porno-Narkoba Juga Ditemukan di Yayasan di Jaksel

CNN Indonesia
Kamis, 06 Agu 2026 19:10 WIB
Ratusan senjata api, narkoba, dan CD porno diduga ditemukan di ruangan mantan ketua yayasan sekolah di Jakarta. (Arsip Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selain ratusan senjata api (senpi), narkoba dan CD Porno juga ditemukan dalam ruangan mantan ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel).

Hermawanto selaku kuasa hukum sekolah mengatakan total ada 995 senpi yang ditemukan di ruangan tersebut. Hal itu diketahui setelah pihaknya membuka ruangan untuk digunakan kebutuhan siswa sekolah.

"Jadi pada tanggal 10 dan tanggal 11 bulan Juli, hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata yang lain," kata Hermawanto di Polres Jaksel, Kamis (6/8).

Hermawanto mengatakan pihaknya kembali membuka ruangan lain, Rabu (5/8) malam untuk digunakan. Saat itu kembali ditemukan senpi, narkoba hingga CD porno.

"Kemudian pada tadi malam, hari Rabu gitu ya, hari Rabu tadi malam kami menemukan kembali beberapa senjata. Termasuk juga menemukan narkoba, dan juga menemukan CD porno," ujarnya.

Hermawanto mengungkapkan senjata yang ditemukan itu di antaranya empat laras panjang, dua laras pendek, peredam, tujuh magasin berbagai jenis, sejumlah amunisi dengan berbagai kaliber, beberapa unit airsoft gun berbentuk FN P90, AK-47 dan M4 Carbine, taser gun, alat pembuat peluru hingga buku panduan pembuatan peluru.

Tak hanya itu, Hermawanto turut mengungkapkan pihaknya juga menemukan sebuah ruangan yang berbentuk seperti bunker. Namun, ia mengaku pihaknya belum berani membuka ruangan tersebut.

"Masih ada satu ruangan seperti bunker yang itu semua terkunci rapat, kami tidak bisa masuk ke sana. Kami juga akan meminta kepada aparat untuk tolong bantu kami untuk membuka ruangan ini karena kalau kami khawatir ada risiko hukum gitu kan, maka kami meminta aparat untuk membukanya. Jadi kami ingin bunker ini juga dibuka kemudian," tutur dia.

Hermawanto menyebut ketua yayasan sekolah tersebut sudah dipecat pada April 2026 yang lalu. Kata Hermawanto, yang bersangkutan membawa kunci ruangan di sekolah yang belakangan diketahui berisi senjata.

"Status hukum jadi proses pemberhentian terhadap Ketua Pengurus yang sudah kami pecat, proses penonaktifan terhadap anggota pembina, sekarang sedang proses gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Jadi sedang bergulir proses perkara perdatanya," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung meminta pihak kepolisian untuk segera mengungkapkan kasus temuan ratusan senjata ini secara tuntas.

"Kami berharap, kami ingin kepolisian akan sangat serius karena berkaitan dengan senjata itu berkaitan dengan keamanan nasional juga. Karena senjata ini bisa disalahgunakan dan tetap bisa berbahaya bagi siapapun," kata Untung.

"Apalagi senjata ini disimpan di tempat sekolah yang tentunya berbahaya bagi para siswa dan para guru. Jadi itu yang kami harapkan, dan kami berharap kepolisian akan sangat serius memprosesnya," sambungnya.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan tengah menyelidiki temuan senapan angin (air gun) hingga senjata api (senpi) di salah satu ruangan di yayasan sekolah di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel).

"Polres Metro Jakarta Selatan telah menerima laporan dari masyarakat terkait temuan senjata (terdiri dari air gun dan senjata api) yang tersimpan di salah satu ruangan di yayasan sekolah yang berlokasi di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang selanjutnya dibuat dalam bentuk Laporan Polisi tertanggal 15 Juli 2026," kata Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo kepada wartawan, Kamis (6/8/).

(tfq/dal)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK