Polda Metro: Pemilik Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel Sudah Meninggal

CNN Indonesia
Jumat, 07 Agu 2026 14:51 WIB
Polisi mengungkap senjata api Franchi SPAS-15 yang ditemukan di yayasan sekolah swasta di Jakarta, pemiliknya sudah meninggal sejak 2020.
Senjata yang ditemukan di sebuah ruang yayasan sekolah di Pondok PInang, Jaksel, di antaranya empat laras panjang, dua laras pendek, peredam, tujuh magasin berbagai jenis, sejumlah amunisi dengan berbagai kaliber. (Foto: Arsip Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi mengungkap sosok pemilik satu pucuk senjata api (senpi) jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 gauge yang ditemukan di yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan senpi tersebut saat ini telah diamankan oleh penyidik Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan.

"Saat pendalaman satu pucuk diduga senjata api, ini setelah didalami kepemilikan atas nama saudara DS," kata Budi di Polda Metro Jaya, Jumat (7/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi membeberkan dari hasil Subdit Pengawasan Senjata Api dan Bahan Peledak (Wasendak) Ditintelkam Polda Metro Jaya terungkap bahwa sosok DS itu telah meninggal dunia.

"Dari hasil pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak, menemukan bahwa saudara DS sudah meninggal dunia tahun 2020, sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut," tutur dia.

Disampaikan Budi, saat ini pihaknya masih mendalami mengapa senpi tersebut berada di yayasan sekolah tersebut. Mengingat pemilik yang terdaftar secara legal sudah meninggal dunia.

"Masih didalami oleh Wasendak terkait tentang regulasi, regulasi pasti sudah ada, tetapi terkait tentang kenapa berada di pengawasan yang bersangkutan," ucap Budi.

"Harusnya, dokumen apabila meninggal, keluarga melaporkan kepada pihak kepolisian, menyerahkan dokumen, menyerahkan dan bisa menitipkan. Dan itu bisa kembali apakah menjadi hibah kepada keluarga yang bersangkutan ataupun beralih kepada kepemilikan orang lain, itu sudah diatur dalam suatu regulasi," sambungnya.

Sebelumnya, ratusan senjata berbagai jenis ditemukan di yayasan sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dari ratusan senjata itu, ada satu senjata api dan selebihnya airsoft gun berbagai jenis.

"Temuan airsoft gun sebanyak 995, terdiri dari jenis revolver airsoft gun sebanyak 776 dan jenis pistol airsoft gun sebanyak 215," kata Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo kepada wartawan, Jumat (7/8).

"Dan juga pada saat itu ditemukan juga empat pucuk senjata angin, senapan angin. Selain itu juga ditemukan satu pucuk senjata api merek Francispa. Kemudian juga ditemukan laras senjata panjang pabrikan sebanyak empat buah," sambungnya.

Kemudian, pada Rabu (5/8) juga ditemukan tiga pucuk airsoft gun. Ketiga airsoft gun itu masing-masing berjenis FN90, AK-47 serta M4 Carbine.

Joko menyebut untuk temuan senpi dan laras panjang saat ini telah diamankan di Unit Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan. Sementara untuk airsoft gun dititipkan di Unit Pengawasan Senjata Api dan Bahan Peledak (Wasendak) Ditintelkam Polda Metro Jaya.

Selain senjata, kata Joko, juga ada temuan narkoba berupa dua linting diduga ganja dan satu paket diduga sabu pada Rabu lalu. Temuan narkoba itu saat ini tengah ditindaklanjuti oleh Satnarkoba Polres Jakarta Selatan.

(dis/wis)


[Gambas:Video CNN]