Babak Baru Kasus Sutrimo: Ekshumasi Jenazah hingga Sosok Febrio Adiono

CNN Indonesia
Senin, 10 Agu 2026 08:13 WIB
Keluarga Sutrimo didampingi kuasa hukum membuat laporan ke Polresta Banyumas. (Foto: Anang Firmansyah/detikJateng)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengusutan kasus kematian Sutrimo yang diduga Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah memasuki babak baru.

Pihak keluarga Sutrimo akhirnya resmi melaporkan kasus kematian Sutrimo ke Polresta Banyumas. Laporan tersebut dilakukan oleh Suting selaku saudara mendiang bersama anaknya, Abhi, pada Sabtu (8/8) malam.

Keduanya merupakan penerima kuasa dari ahli waris Sutrimo. Pihak keluarga awalnya mengaku tidak mengetahui adanya kejanggalan terkait kematian Sutrimo. Namun, berbagai pemberitaan yang simpang siur membuat keluarga ingin mengetahui secara jelas kondisi yang sebenarnya terjadi.

"Pada saat tahu-tahu karena dari pemberitaan, karena simpang siur berita, begitu kan segala macam," ujar juru bicara keluarga Sutrimo.

"Keluarga cuma minta kepastian hukum terkait meninggalnya saudara Sutrimo. Itu saja," timpal Abhi.

Keluarga juga menyoroti adanya tuduhan bahwa mereka tidak melaporkan persoalan tersebut karena telah menerima uang dalam jumlah besar. Tuduhan tersebut membuat keluarga ingin memperoleh kepastian mengenai proses hukum dan penyebab kematian Sutrimo.

"Apalagi mohon maaf, ada tuduhan katanya keluarga itu enggak melapor gara-gara dapat uang semiliar. Artinya keluarga juga ingin tahu, ingin memastikan ya kepastian hukumnya seperti apa, apakah itu memang kematian yang wajar atau tidak. Itu saja," jelasnya.

Jasad Sutrimo bakal diekshumasi

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan saat ini penyidik tengah mempersiapkan proses ekshumasi terhadap jasad Sutrimo.

Ekshumasi merupakan penggalian atau pembongkaran kembali makam atau kuburan untuk mengangkat jenazah yang sudah dikubur. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan kembali kasus Kematian yang dianggap janggal.

"Iya betul dan sedang dipersiapkan," kata Budi saat dikonfirmasi, Minggu (9/8).

Dalami sosok Febrio yang antar Sutrimo

Lebih lanjut, Budi mengatakan penyidik juga akan mendalami identitas staf administrasi Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrio Adiono, yang disebut menjadi salah satu pengantar jasad Sutrimo.

"Nah, ini nanti akan didalami (benar atau tidaknya Febrio pegawai Kejagung)," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna mengatakan sosok Febrio memang staf administrasi di Kejagung.

"Yang namanya Saudara Febrio, yang kami tahu memang dia pegawai Kejaksaan, tapi bukan jaksa, pegawai Kejaksaan," jelasnya.

Anang kemudian menjelaskan bahwa Febrio juga sempat bertugas sebagai ajudan dari Febrie. Usai Febrie tersangkut kasus korupsi TPPU, kata dia, Febrio kini hanya bertugas sebagai staf administrasi.

"Stafnya (Febrie) ya. Iya (Stafnya Febrie). (Saat ini) staf biasa. Enggak (mendampingi pejabat Kejaksaan lainnya)," tuturnya.

(tfq/wis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK