MUI Kecam Challenge Hafalan Surah Ad-Duha Demi Miras, MC Minta Maaf

CNN Indonesia
Selasa, 11 Agu 2026 07:08 WIB
Ilustrasi. MUI kecam promos miras berkedok tantangan hafalan Alquran di Festival Musik The Sound Project. Penyelenggara acara buka suara, MC minta maaf. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras acara promosi diduga minuman keras (miras) berkedok tantangan hafalan Alquran yang mendadak viral di media sosial.

Peristiwa viral itu diketahui terjadi di salah satu booth sponsor dalam festival musik The Sounds Project yang digelar akhir pekan lalu, Minggu (9/8), di Jakarta. Festival musik itu sendiri berjalan selama tiga hari pada akhir pekan lalu di Ancol, Jakarta Utara, yakni 7-9 Agustus 2026.

Dalam video viral, pengunjung merekam momen sebuah booth produk miras yang gelar tantangan (challenge) hafalan salah satu surah dalam kitab suci Alquran yakni Ad-Duha bagi pengunjung, dengan imbalan diduga sebotol miras yang dipromosikan.

Unggahan tersebut menuai gelombang kritik netizen yang menilai aksi pemasaran tersebut sama sekali tidak memiliki etika dan adab.

Majelis Ulama Islam (MUI) Pusat menegaskan tindakan itu tidak dapat dibenarkan dari sudut pandang mana pun, terutama agama.

Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Niam Sholeh menyatakan gimik pemasaran yang memadukan ayat suci Alquran dengan minuman beralkohol telah melanggar tatanan agama, etika moral, hingga hukum yang berlaku.

"Tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan, baik secara keagamaan, moral etika, maupun secara hukum. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegas Niam, Senin (10/8) malam dikutip dari laman resmi MUI.

Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta tersebut menjelaskan bahwa Alquran merupakan Kalamullah yang sangat disucikan dan kegiatan membacanya adalah bentuk ibadah bernilai tinggi.

Sebaliknya, minuman keras merupakan jenis minuman yang secara tegas diharamkan dalam Alquran.

Menurut Prof Niam, menyandingkan ibadah membaca Alquran sebagai syarat untuk mendapatkan hadiah miras adalah tindakan yang merendahkan martabat agama.

"Membuat gimik membaca Alquran dengan iming-iming hadiah minuman keras adalah bentuk perendahan kesucian Alquran," lanjutnya.

Kasus ini mencuat setelah akun Threads @JARRKOJARR membagikan pengalamannya saat menghadiri festival musik The Sounds Project. Dalam unggahannya, ia memperlihatkan sebuah booth produk miras yang menggelar challenge hafalan Surah Ad-Duha dengan imbalan sebotol miras.

Pernyataan penyelenggara The Sounds Project

Sementara itu, pada unggahan di akun media sosial Instagram resmi The Sounds Project, pada Selasa (11/8), penyelenggara acara yang terdapat booth sponsor itu pun buka suara.

"Rasa hormat terhadap agama dan keyakinan seluruh audiens adalah nilai yang kami pegang teguh sebagai penyelenggara, dan tidak ada toleransi untuk pelanggaran terhadap nilai tersebut," demikian pernyataan resmi yang dikutip dari akun Instagram The Sounds Project.

Penyelenggara mengonfirmasi video viral itu terjadi di salah satu booth sponsor festival musik tersebut, dan terjadi pada Minggu (9/8) kemarin.

"Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," kata penyelenggara festival.

"Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar arahan, persetujuan, dan kendali kami sebagai penyelenggara acara," imbuhnya.

Atas dasar itu, The Sounds Project menyatakan telah melakukan tiga langkah konkret untuk menyikapi persoalan yang telah terjadi.

Pertama, menegur pihak sponsor terkait dan meminta penyelesaian kasus hingga tuntas. Kedua, mengawal ketat agar pihak sponsor segera mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat langsung pada insiden tersebut agar dapat mempertanggungjawabkan secara penuh.

Ketiga, The Sounds Project melakukan evaluasi internal untuk mematikan kejadian serupa tak terjadi lagi dalam penyelenggaraan acara selanjutnya.

"Kami tidak pernah,dan tidak akan pernah, menoleransi bentuk penistaan agama atau tindakan yang menyinggung SARA oleh pihak mana pun yang beraktivitas di area acara kami, termasuk sponsor dan mitra kerja sama," tegas mereka.

Permintaan maaf MC

Sementara itu pemandu acara atau MC di booth sponsor The Sounds Project yang terdapat challenge hafalan Ad-duha demi imbalan sebotol minuman itu telah meminta maaf secara terbuka.

Hal itu disampaikan lewat akun media sosial Threads, aqueer_, yang dimiliki Revnaldo Ega.

"Saya Ega, selaku MC booth Newport pada Minggu, 9 Agustus 2026, memohon maaf atas kejadian yang terjadi saat acara berlangsung," kata dia, dikutip Selasa pagi ini.

"Kejadian tersebut merupakan aksi spontan audiens dan tidak terkait dengan pihak Newport. Saya mengakui kelalaian dalam mengendalikan situasi dan menjadikannya pembelajaran untuk lebih sigap dan bertanggung jawab ke depannya," imbuhnya, "Mohon maaf atas kegaduhan yang terjadi."

Hingga berita ini ditulis, CNNIndonesia.com belum mendapatkan pernyataan resmi dari pihak sponsor booth Newport tersebut.

(kid/wis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK