Tukang Cukur Ditegur Belum Pasang Bendera, Camat di Bogor Buka Suara
Viral di media sosial video tentang tukang cukur dimarahi petugas karena belum memasang bendera Merah Putih, di Desa Bantarkambing, Kecamatan Rancabungur, Bogor, Jawa Barat.
Perekam terdengar emosi saat alasan tukang cukur tidak memasang bendera. Dalam video yang dilihat, Rabu (12/8), adu mulut di antara keduanya juga sempat terjadi. Namun tukang cukur tersebut tampak menanggapinya dengan santai sambil melayani pelanggan.
Perekam video terus menanyakan alasan tukang cukur itu tidak memasang bendera.
Petugas membawa-bawa nama kecamatan. Sementara itu, tukang cukur sempat mengatakan merasa terganggu oleh kehadiran perekam video.
Saat dikonfirmasi, Camat Rancabungur, Dita Aprillia, memberikan penjelasan terkait peristiwa itu.
Dia mengatakan peristiwa terjadi pada hari Jumat, 7 Agustus 2026.
"Saya itu kan setiap hari Jumat dan Selasa itu, serta dengan tim kecamatan, itu kan selalu ada kegiatan bersih-bersih ya di jalan. Nah, pada momen itu karena sekarang bulan Agustus, jadi kita sekalian bagi-bagi bendera," katanya memulai.
Saat itu, stok bendera yang dibagikannya mulai menipis karena sudah dibagikan sejak tanggal 1 Agustus. Pihaknya membagikan bendera secara selektif melihat kondisi masyarakat, mengingat banyaknya desa yang perlu mendapat pembagian.
"Nah, pas di tukang cukur itu karena kan kita juga ya di Rancabungur tahu, oh tukang cukurnya masih muda, masih produktif, ramai juga di situ kan. Nah, waktu itu memang untuk di daerah situ saya sudah habis benderanya, jadi saya imbau gitu. Wah, ini belum pasang bendera, pasang ya gitu," tuturnya.
Tukang cukur itu sempat mengiyakan imbauan Dita untuk memasang bendera. Menurutnya, pemasangan bendera Merah Putih sebagai simbol nasionalisme di bulan kemerdekaan.
"Karena kan tahun-tahun sebelumnya juga kita imbau, tidak hanya tahun sekarang aja menghimbau untuk pemasangan bendera. Nah, sekarang itu sampai saya harus door to door karena sekarang sudah tanggal berapa," bebernya.
Menurutnya imbauan pemasangan tersebut sudah sesuai dengan Surat Edaran Bupati Bogor melalui Bakesbangpol. Sehingga ada yang menjadi landasan aturan atas tindakannya itu.
"Nah, pada saat itu ada, ada teman media ya yang membantu kita nih. Awalnya sih bukan mau bantu publikasi gitu, dia mau bantu mengimbau warga, mau bantu kebersihan juga, awalnya bukan mau bantu kita untuk publikasi," terangnya.
Saat berada di lokasi tukang cukur itu, Dita mengaku sempat mengambil jeda sejenak untuk beristirahat setelah menempuh perjalanan. Namun ternyata orang yang disebut Dita sebagai 'teman media' itu terlibat adu mulut dengan tukang cukur.
Dia juga membantah bahwa orang yang terlibat adu mulut dengan tukang cukur itu adalah pegawai kecamatan. Orang tersebut hanya membantunya memberi imbauan kepada warga.
"Itu bukan pegawai kecamatan," ucapnya.
Dia menyatakan, saat ini, tukang cukur tersebut sudah meminta maaf meskipun tukang cukur itu tidak bertemu langsung dengannya, melainkan melalui video.
"Nah videonya tukang cukur yang naik juga saya juga nggak tahu gitu ya kan, jadi kayak disidang gitu kan ya, sifat dia pegang bendera kayak yang disidang gitu kan," terangnya.
Tukang cukur tersebut, menurut dia, sempat dipanggil oleh pengurus RT dan RW setempat. Kemudian diingatkan oleh mereka atas kejadian tersebut.
"Tapi kan kita juga sama, saya juga ke teman media saya yang itu cara menegur itu tidak seperti itu, jangan emosional yang kita hadapi itu kan warga masyarakat ya, nah seperti itu sudah, sudah kita sampaikan juga ke beliau," sebutnya.
"Dan untuk si tukang cukur juga sudah sudah terklarifikasi juga ke Pak RT, ke Pak RW. Sudah, sudah diberikan bendera, sudah pasang juga," tambah dia.
Baca berita selengkapnya di sini.
(detik/ugo)