Update KMP Putri Yasmin: 1 Penumpang Selamat Tak Jadi Naik, 4 Hilang

CNN Indonesia
Jumat, 14 Agu 2026 21:32 WIB
Operasi SAR KMP Putri Yasmin di Selat Lombok mencatat satu korban selamat. (AFP/HANDOUT (GREEN ROAD WASTE MANAGE)
Bali, CNN Indonesia --

Perkembangan terbaru operasi SAR terbakarnya KMP Putri Yasmin di Perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat perubahan jumlah korban yang hilang.

Dari lima orang yang sebelumnya dicari, satu di antaranya dipastikan selamat setelah dikonfirmasi tidak berada di dalam kapal saat insiden terjadi.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi mengatakan, korban selamat atas nama I Ratu Agung Ayu Sekar (21), warga Mataram, telah dilaporkan kembali ke rumahnya dengan selamat oleh pihak keluarga.

"Berdasarkan informasi yang diterima Posko SAR, saudari Ayu memang sempat membeli tiket KMP Putri Yasmin sehingga namanya tercatat di manifes. Namun, karena ada perubahan rencana, ia berangkat lebih awal pada tanggal 9 Agustus 2026 menggunakan kapal lain," kata Hariyadi, Jumat (14/8).

Dengan adanya kejelasan informasi tersebut, jumlah korban yang masih dalam pencarian Tim SAR gabungan kini tersisa empat orang. Seluruh korban merupakan warga Negara Indonesia (WNI), dengan rincian identitas sebagai berikut.

1. Yasir Arafat (37) asal Mataram
2. Selvina Rambu Mayi (28) asal Sumba
3. I Made Sutarjana (55) asal Denpasar
4. Slamet Yulianto (41) asal Denpasar

"Pencarian dihentikan sementara pada Jumat sore dan akan kembali dilanjutkan pada Sabtu pagi untuk memfokuskan pencarian terhadap empat korban yang belum ditemukan," ujarnya.

Sebelumnya, Kantor SAR Mataram saat ini tengah melakukan operasi SAR intensif menyusul insiden kebakaran yang menimpa KMP Putri Yasmin di Perairan Selat Lombok, pada Rabu (12/8) pagi.

Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada pukul 04.15 WITA saat kapal dalam perjalanan dari Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar. Kantor SAR Mataram menerima laporan darurat pada pukul 04.39 WITA dan segera mengerahkan personel untuk melakukan proses evakuasi.

Hariyadi menegaskan bahwa prioritas utama tim saat ini adalah keselamatan jiwa seluruh penumpang dan kru kapal.

"Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, rigit inflatable boat (RIB), dan rigit buoyancy boat (RBB) ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi serta berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitaran lokasi kejadian," kata Hariyadi.

(kdf/isn)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK