Jatim Diklaim Tetap Kondusif Usai 2 Pos Polisi Dilempar Molotov
Pos Polisi Lalu Lintas A Yani Margorejo dan Pos Polisi Lalu Lintas Bundaran Waru di Surabaya diduga menjadi sasaran pelemparan bom molotov oleh orang tak dikenal (OTK) pada Sabtu (15/8) malam.
Polisi memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jawa Timur tetap kondusif usai insiden tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Kombes Jules Abraham Abast memastikan situasi kamtibmas di Jawa Timur tetap kondusif. Pihaknya mengaku telah memperkuat penebalan personel di titik-titik yang dianggap rawan gangguan kriminalitas.
"Dapat saya sampaikan bahwa situasi kamtibmas di Jawa Timur kami pastikan tetap dalam keadaan aman, kondusif, dan kami sudah memperkuat, melakukan penebalan," kata Jules, Minggu (16/8).
Di sisi lain, Jules mengaku pihaknya masih melakukan konfirmasi dan pendalaman atas dugaan pelemparan bom molotov di dua pos polisi tersebut.
"Kami membenarkan bahwa ada kejadian yang terjadi di dua tempat, dua lokasi, yaitu di Cito [Pos Lantas Bundaran Waru] maupun [Pos Lantas] Margorejo, ya. Sejauh ini yang dapat saya sampaikan bahwa informasi tersebut benar. Namun, tidak ada kejadian yang mengakibatkan kerusakan yang besar," kata Jules.
Saat ditanya soal jenis benda yang diduga dilemparkan ke pos, Jules enggan berspekulasi. Ia menegaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Jadi saya pertegaskan bahwa terkait dengan jenis bendanya, ini masih dalam penyelidikan, ya. Kita tidak berani berspekulasi, mengambil kesimpulan secara cepat terkait dengan jenis bendanya," katanya.
Jules menyebut kejadian ini tak sampai mengganggu dan berakibat fatal. Ia memastikan kedua pos polisi tersebut tetap dapat beroperasi seperti biasa.
"Namun pos kami tetap aman, tetap baik-baik saja dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya," ujarnya.
Lihat Juga : |
Jules menambahkan, pihaknya masih mendalami apakah insiden di dua lokasi tersebut murni tindak keisengan atau ada upaya lain untuk mengganggu kamtibmas.
"Jadi kalau kita bilang peristiwa ini juga masih kita lakukan penyelidikan. Kita belum tahu apakah ini hanya sekadar gangguan kamtibmas, apakah ini berbentuk keisengan saja atau memang ada upaya-upaya lain untuk mengganggu kamtibmas. Namun ada dua lokasi yang terjadi gangguan kriminalitas pada malam hari ini," ucapnya.
Ia menyebut petugas Polrestabes Surabaya masih mengumpulkan bukti-bukti dan mendalami kronologi serta penyebab kejadian. Jenis benda yang diduga dilemparkan ke pos polisi itu pun, kata dia, masih dalam penyelidikan.
"Terkait juga ada informasi mengenai benda yang diduga dilempar, terkait dengan perlu saya sampaikan bahwa saat ini juga penyidik dari Polrestabes Surabaya masih melakukan penyelidikan terkait jenis benda maupun penyebab dari kejadian itu sendiri, sehingga belum dapat kami pastikan jenis bendanya seperti apa maupun penyebabnya seperti apa," ujarnya.
Ia pun mengimbau masyarakat segera melapor apabila menjumpai hal-hal yang mencurigakan, baik melalui call center 110 maupun ke kantor polisi terdekat.
"Jadi terkait juga adanya bilamana rekan-rekan ataupun masyarakat menjumpai ada hal-hal yang mencurigakan dapat segera menginformasikan kepada kami di call center 110. Ini 24 jam dan bebas pulsa tentunya," ujarnya.
Sementara itu, Yudi, petugas palang pintu kereta api yang berkantor tepat di depan Pos Lalu Lintas A Yani Margorejo, Kecamatan Gayungan, Surabaya, mengungkap kronologi pelemparan diduga bom molotov itu. Ia menyebut terduga pelaku beraksi seorang diri dengan menggunakan sepeda motor bebek dan mengenakan pakaian berwarna gelap.
"Cuma satu orang aja. Kalau ciri-ciri ya, nggak nggak begitu jelas. Soalnya kan dari sini kan nggak nggak jelas orangnya. Soalnya posisi dia menghadap ke barat," kata Yudi, Minggu (16/8).
Selain memakai pakaian berwarna gelap, Yudi menyebut terduga pelaku juga mengenakan helm berwarna biru muda polos.
"[Pelaku memakai] pakaian hitam, pokoknya gelap. Kalau dari sini kelihatannya gelap sih, enggak maksudnya enggak berwarna. Helm tadi kalau kalau saya lihat sepintas biru muda. Nggak tahu itu mereknya nggak tahu, soalnya polos, warna biru muda polos," ucapnya.
Dari pantauannya, terduga pelaku sempat masuk ke dalam tenda di samping pos lalu lintas tersebut sebelum menyalakan api sambil duduk di atas motor, kemudian melemparkan diduga bom molotov ke depan pintu pos penjagaan. Yudi memperkirakan aksi tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB.
"Di bawah tenda dia. Posisinya di bawah tenda, ngelemparnya di situ. Enggak [turun dari motor] jadi nyalain apinya, posisi di atasnya motor," ujarnya.
Setelah bom dilempar, Yudi mengaku hanya mendengar suara seperti kaca pecah, tanpa ada suara ledakan. Api kemudian terlihat menyala setinggi sekitar hampir satu meter di depan pintu pos.
"Nggak ada suara ledakan. Cuma kayak suara pecah, kaca pecah. Pelaku langsung pergi," tuturnya.
Pelaku disebut langsung melarikan diri usai melempar bom tersebut. Tak berselang lama, seorang pengendara perempuan yang melintas dari sisi frontage A. Yani di belakang pos pantau turun dan memadamkan api.
"Nggak sampai satu menit dua menit, terus ada pengendara lain ibu-ibu memadamkan api. Jadi nggak nggak sampai yang apinya gede, jadinya mungkin orang pasti berani memadamkan," jelasnya.
(frd/mik)