Pemkab Kotawaringin Barat Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla

CNN Indonesia
Rabu, 19 Agu 2026 18:31 WIB
Ilustrasi. Pemerintah Kotawaringin Barat perpanjang status tanggap darurat karhutla hingga 4 September 2026. (ANTARA FOTO/Ario Tanoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, memperpanjang status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai 21 Agustus hingga 4 September 2026.

Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah mengatakan perpanjangan status tersebut berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Barat pada tanggal 18 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB.

"Kejadian karhutla dan titik panas (hotspot) di daerah kita kembali meningkat. Saat ini luas lahan terbakar akibat karhutla mencapai 859,49 hektare. Untuk kejadian sebanyak 189 dan titik panas 461," katanya di Pangkalan Bun, Rabu (19/8).

Dari jumlah karhutla tersebut, Kecamatan Arut Selatan (Arsel) dan Kumai tetap menjadi wilayah dengan area lahan terdampak paling luas.

Di Kecamatan Kumai, luas lahan terbakar sekitar 584,41 hektare, dengan 63 kejadian dan 124 titik panas. Sementara di Kecamatan Arsel, lahan terbakar seluas 180,475 hektare, dengan 98 kejadian dan 226 titik panas.

Berikutnya Kecamatan Kotawaringin Lama tercatat delapan kejadian, 34 titik panas, dan luas lahan terbakar 32,1 hektare; Pangkalan Banteng 10 kejadian, 12 titik panas dan lahan yang terbakar 24 hektare; Pangkalan Lada enam kejadian dengan luas lahan 8 hektare, serta Arut Utara ada empat kejadian, 65 titik panas dan luas lahan terbakar 30,5 hektare.

"Kabupaten Kotawaringin Barat saat ini berada di posisi kedua daerah di Kalimantan Tengah dengan luasan karhutla. Namun, dari sisi penanganan, Kotawaringin Barat berada di urutan kesembilan dan masih dalam kondisi terkendali," ujar Nurhidayah.

Hal tersebut disampaikan Nurhidayah usai melaksanakan monitoring ke Posko Induk penanganan karhutla di Kantor BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat.

Pada kegiatan monitoring tersebut, Bupati mengecek langsung kesiapan posko, sarana dan prasarana serta logistik untuk para petugas dalam kondisi siap.

"Bagaimanapun logistik ini sangat penting untuk tenaga petugas kita di lapangan, serta kesiapan sarpras (sarana dan prasarana) menjadi salah satu hal penting dalam mendukung efektivitas penanganan karhutla berjalan lancar," kata Nurhidayah.

Melalui perpanjangan status tanggap darurat tersebut, Pemkab Kotawaringin Barat terus memastikan koordinasi lintas instansi, pengerahan personel, dukungan sarana prasarana, serta upaya pencegahan dan pemadaman dapat semakin diperkuat.

Saat ini, BPBD bersama tim gabungan dari berbagai instansi dan relawan terus membagi kekuatan dan jadwal penanganan untuk memastikan seluruh titik kebakaran yang mendekati permukiman dapat ditangani secara optimal.

"Kami bergerak ke lokasi dan membagi jadwal dengan pasukan lainnya. Fokus kami saat ini adalah titik-titik kebakaran yang sudah mendekati permukiman warga," katanya.

Bupati juga mengimbau masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin dan mencegah kebakaran meluas.

(antara/isn)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK