Matahari Merah Menyala di Langit Palangka Raya Kala Karhutla

CNN Indonesia
Jumat, 21 Agu 2026 14:52 WIB
Matahari terlihat berwarna merah menyalah di langit Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (20/8) sore. Fenomena tersebut menjadi perhatian warga. (Dok. Istimewa via Detikcom)
Jakarta, CNN Indonesia --

Matahari terlihat berwarna merah menyalah di langit Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (20/8) sore. Fenomena tersebut menjadi perhatian warga.

Dari kejauhan, matahari terlihat seperti bola merah yang menggantung rendah di antara pepohonan. Kondisi langit yang tampak kelabu memperkuat kesan pekatnya asap yang menyelimuti Kota Palangka Raya.

Warga Palangka Raya, Sri Muliati yang mengabadikan momen tersebut mengatakan penampakan matahari merah itu diduga kuat berkaitan dengan kondisi langit tertutup asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Mataharinya merah banget pada Kamis sore kemarin. Saya baru kali ini melihatnya," ujar Sri, Jumat (21/8), dikutip dari detikKalimantan.

Sementara itu, menurut Prakirawan BMKG Palangka Raya, Chandra, matahari tampak merah karena partikel-partikel asap di udara dapat memengaruhi cahaya matahari yang mencapai permukaan bumi.

"Benar Pak, bisa dipengaruhi dari kabut asap karhutla yang sedang terjadi di wilayah Kalimantan Tengah," ujarnya.

"Karena jika dilihat dari citra sebaran asap kemarin sore, terlihat wilayah kalimantan tenagh sebagian besarnya sudah tertutup asap. Saat cahaya melewati lapisan atmosfer yang dipenuhi partikel, warna dengan panjang gelombang tertentu lebih banyak tersebar sehingga matahari dapat terlihat kemerahan, terutama ketika posisinya mulai rendah menjelang sore," imbuh Chandra.

Bagi warga Palangka Raya, pemandangan tersebut bukan sekadar fenomena langit yang menarik untuk diabadikan. Warna merah pada matahari sekaligus menjadi gambaran kondisi udara yang tengah dihadapi masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas karhutla.

Foto matahari merah yang diabadikan warga pada Kamis sore ramai diperbincangkan. Dengan latar pepohonan dan langit kelabu, matahari terlihat sangat kontras dan menciptakan pemandangan yang unik sekaligus mengkhawatirkan.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa karhutla tidak hanya berdampak terhadap lahan dan ekosistem, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas udara serta aktivitas masyarakat sehari-hari.

"Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap dampak asap, terutama ketika kualitas udara menurun. Penggunaan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap semakin pekat menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan," kata Chandra.

Baca berita selengkapnya di sini.

(fra/fra)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK