Muktamar NU ke-35, Lukisan Muasis Dipamerkan di Tambak Beras

CNN Indonesia
Kamis, 27 Agu 2026 17:54 WIB
Gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kini turut menjelma menjadi ruang apresiasi seni melalui pameran lukisan.(CNN Indonesia/ Farid)
Surabaya, CNN Indonesia --

Gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, turut menjadi ruang apresiasi seni melalui pameran lukisan.

Pantauan CNNIndonesia.com, di area galeri yang berada di teras Ribath Al Lathifiyah 2 Al Wahabiyah 1 atau Ndhalem Nyai Mundjidah Wahab, terpajang deretan lukisan berukuran besar yang menampilkan sosok-sosok muasis atau pendiri Nahdlatul Ulama.

Di antara wajah-wajah yang diabadikan dalam kanvas tersebut adalah KH Hasyim Asy'ari, ulama besar Tebuireng yang didapuk sebagai Rais Akbar pertama NU, KH Abdul Wahab Hasbullah yang dikenal sebagai penggagas berdirinya NU, serta KH Bisri Syansuri, ulama Denanyar Jombang yang turut merumuskan fondasi keagamaan NU sejak awal berdirinya.

Goresan kuas para perupa berhasil menghidupkan kembali raut wajah, kewibawaan, dan karakter para ulama pemersatu bangsa itu.

Detail sorban, peci, hingga tatapan mata dalam setiap lukisan dibuat sedemikian rupa untuk menampilkan kembali suasana zaman ketika para kiai tersebut merintis NU pada 1926 silam.

Pameran ini digagas oleh tiga pelukis, yakni J Hasanto asal Salatiga, Kholison Syafii asal Semarang, dan Riyanto asal Demak.

Sekitar 100 lukisan dipajang berjajar memenuhi area pameran, menampilkan koleksi yang disebut sebagai salah satu yang terlengkap dalam menggambarkan sosok muasis NU.

J Hasanto menjelaskan, pameran ini digelar sebagai salah satu wujud panggung kreatif untuk menyemarakkan ajang musyawarah tertinggi NU tersebut, sekaligus menjadi sarana untuk mengenang jasa para pendiri NU di tanah kelahirannya sendiri.

Ia bersama dua rekannya banyak melukis potret para muasis NU agar dikenal luas oleh warga Nahdliyin, terutama generasi muda yang selama ini dinilai hanya mengenal nama para pendiri NU tanpa mengetahui wajah dan sepak terjang mereka secara mendalam.

"Kami menyelenggarakan pameran ini untuk menyemarakkan atau ikut meramaikan Muktamar NU ke-35 ini di Tambak Beras," ujar J Hasanto kepada CNNIndonesia.com, Kamis (27/8).

Ia mengatakan, salah satu lukisan yang dipajang merupakan lukisan muasis terlengkap dan terbesar yang pernah ia buat. Lukisan tersebut ditempatkan di posisi utama galeri sehingga menjadi pusat perhatian pengunjung yang datang silih berganti.

Harapannya, semakin banyak warga NU yang mengenal para pendiri organisasi tersebut, sekaligus meneladani perjuangan mereka dalam membesarkan NU hingga menjadi organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Selain dipamerkan, sejumlah karya juga dijadwalkan untuk dilelang secara terbuka kepada para kolektor maupun simpatisan NU yang berminat memiliki karya bernilai sejarah tersebut.

J Hasanto mengungkapkan ada 10 karya yang akan dilelang, termasuk lukisan pendiri NU asal Jombang, dua karya kaligrafi, dan lukisan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, mantan Ketua Umum PBNU yang kelak menjadi Presiden keempat Republik Indonesia.

"Karya yang di sini kita perjualbelikan juga. Ada 10 karya yang kami lelang," kata J Hasanto.

Kehadiran galeri lukisan ini diharapkan mampu memberi warna tersendiri bagi rangkaian acara, sekaligus mempertemukan nilai sejarah, spiritualitas pesantren, dan ekspresi seni dalam satu ruang yang sama.

Persiapan pameran ini disebut telah dilakukan jauh-jauh hari sebelum acara berlangsung, dengan pembukaan resmi rencananya akan dilakukan oleh Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Prof Asrorun Niam.

Ia menambahkan, proses lelang akan ditutup pada 30 Agustus pukul 00.00 WIB, atau sehari sebelum penutupan Muktamar ke-35 NU.

Pameran seni ini turut menjadi bagian dari semarak penyambutan kedatangan para muktamirin dari berbagai penjuru daerah di Indonesia yang dipastikan akan memadati Jombang selama gelaran Muktamar ke-35 NU berlangsung.

(frd/fra)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK