KDM Bentuk Tim Investigasi Dugaan Pelecehan Seksual Wabup Sumedang

CNN Indonesia
Jumat, 28 Agu 2026 18:59 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bentuk tim investigasi terkait dugaan penganiayaan dan pelecehan oleh Wakil Bupati Sumedang. (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membentuk tim investigasi untuk kasus dugaan penganiayaan dan pelecehan yang melibatkan Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila.

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat hari ini membentuk tim investigasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap Wakil Bupati Sumedang agar peristiwa itu bisa tersaji secara objektif," ujar Dedi atau kerap disapa KDM melalui akun Instagram @dedimulyadi71, Jumat (28/8).

KDM mengimbau agar semua pihak bersabar menunggu hasil pemeriksaan tim investigasi.

"Untuk itu, pada semua pihak mohon bersabar sebelum hasil kami sampaikan tidak dulu memberikan opini atau narasi," katanya.

Sebelumnya, muncul dugaan pelecehan, penganiayaan, dan penyekapan terhadap sekretaris pribadi Wakil Bupati Sumedang. Kasus ini diduga menyeret nama Wakil Bupati Sumedang, istrinya, saudara sepupu Wabup yang juga merupakan anggota DPR RI, beserta ajudannya.

Informasi ini dilaporkan awalnya beredar melalui media sosial dan melalui pesan WhatsApp berantai.

Berdasarkan laporan sejumlah media, peristiwa terjadi pada Senin (17/8) siang ketika korban diperintahkan untuk mengurus uang operasional di rumah dinas Wabup.

Di sana, Wabup disebut memeluk dan mencium korban tanpa persetujuan serta melontarkan kalimat godaan kepada korban. Korban lalu segera menolak dan meninggalkan lokasi.

Malam harinya, korban kembali dipanggil oleh istri Wabup yang berinisial ADO. Dalam pertemuan tersebut, korban disebut mengalami penganiayaan fisik oleh sejumlah orang secara bergantian.

Tuduhan ini dibantah oleh Wakil Bupati Sumedang. Ia menilai isu ini tidak berasal dari sumber kredibel dan belum melalui proses verifikasi yang memadai.

Di sejumlah media, muncul pula bantahan dari pihak yang disebut sebagai korban dalam kasus ini. Dalam bantahannya, pihak yang diduga korban menegaskan bahwa tidak ada kejadian seperti yang diberitakan.

(mou/isn)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK