Lansia Jember Tewas Tertimpa Tembok Runtuh Diduga Imbas Sound Horeg
Seorang lanjut usia (lansia) bernama Slamet Timbang (57) meninggal dunia secara tragis usai tertimpa kanopi bangunan apotek yang mendadak ambruk, diduga imbas dari acara karnaval dan parade sound horeg di Jember, Jawa Timur.
Dilansir detikcom, peristiwa yang dialami Slamet, warga Dusun Pondok Jeruk, Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang ini terjadi pada Sabtu (29/8).
Sebelum kejadian, pada Jumat (28/8) malam, ada aktivitas warga melakukan cek sound system untuk menyambut agenda karnaval desa. Getaran sound horeg bervolume tinggi tersebut disinyalir menjadi pemicu munculnya retakan pada konstruksi bangunan apotek yang kondisinya memang sudah tua dan lapuk.
Keesokan hari, sekitar pukul 10.15 WIB, Slamet bersama istrinya berada di area apotek Desa Wringinagung. Slamet menunggu di pelataran luar apotek ketika sang istri masuk membeli obat.
Kemudian sekitar pukul 10.30 WIB dentuman keras terdengar dan mengejutkan warga di lokasi. Dentuman itu ternyata berasal dari suara ambruk kanopi dan tembok apotek.
Korban diketahui tertimpa reruntuhan bangunan hingga meninggal dunia di tempat kejadian.
Salah satu saksi mata di lokasi kejadian, Ulum, menceritakan detik-detik peristiwa mendadak tersebut.
"Korban pas menunggu istrinya beli obat. Tidak selang berapa saat ada suara keras dan korban sudah tersungkur tertimpa tembok. Kondisinya meninggal di tempat," katanya, Minggu (30/8).
Ulum menduga robohnya konstruksi tersebut dipicu oleh kondisi bangunan yang sudah tidak layak serta imbas getaran suara keras dari acara sehari sebelumnya.
"Robohnya dinding apotek tersebut sepertinya akibat struktur bangunan yang sudah tua dan lapuk," ujarnya.
"Bangunannya sepertinya sudah tua. Kemungkinan juga karena getaran suara cek sound yang sangat keras semalam, jadi bangunannya retak lalu ambruk hari ini," tandasnya.
Tak lama setelah tembok dan kanopi ambruk, warga dan polisi menuju lokasi untuk mengevakuasi jasad korban, sementara area sekitar kejadian langsung dipasangi garis polisi.
Kapolsek Jombang Iptu Imam Kusuma mengonfirmasi bahwa korban meninggal akibat tertimpa kanopi bangunan apotek.
"Korban meninggal diakibatkan kejatuhan dari kanopi. Benar ada kejadian tertimpa kanopi, namun masih dalam penyelidikan (lidik) petugas," ujar Iptu Imam Kusuma.
Selain faktor kondisi fisik bangunan dan getaran sound system, polisi menemukan petunjuk lain berupa keberadaan kabel terputus di sekitar TKP yang diduga sempat tersangkut armada kendaraan karnaval.
"Diduga ada kabel terputus. Apakah mungkin tersangkut oleh truk yang akan melaksanakan kegiatan karnaval, ini masih dalam penyelidikan. Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut setelah tim dari Reskrim Polsek Jombang melaksanakan olah TKP," paparnya.
Saat ini jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di Desa Wringinagung.
"Jenazah korban saat ini telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan," ujarnya.
Guna mengantisipasi kejadian serupa di kemudian hari, pihak kepolisian meminta warga untuk selalu berhati-hati saat menyelenggarakan maupun mengikuti kegiatan di jalan raya.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tertib, berhati-hati, dan selalu waspada," tandasnya.