Kebakaran Asrama TNI di Makassar, Water Cannon Brimob Ikut Dikerahkan

CNN Indonesia
Selasa, 01 Sep 2026 15:28 WIB
Ilustrasi kebakaran. Kobaran api menghanguskan pemukiman asrama TNI Mattoanging di Makassar. 23 rumah terbakar, 20 KK terdampak. (iStockphoto/maki_shmaki)
Makassar, CNN Indonesia --

Kobaran api menghanguskan pemukiman warga asrama TNI Mattoanging, Makassar, Sulawesi Selatan.

Setidaknya 25 armada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan watercanon milik Brimob Polda Sulsel dikerahkan untuk memadamkan api.

"Iya, ada watercanon yang kita kerahkan untuk membantu memadamkan kobaran api dan 30 personel," kata Dansat Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol Muh Ridwan kepada CNNIndonesia.com, Selasa (1/9).

Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 13.40 WITA di Jalan Kakatua dan di Jalan Cendrawasih, personel Brimob sebanyak 30 personel bersama 25 armada Dinas Damkar Makassar serta 1 unit armada milik TNI dikerahkan ke lokasi untuk membantu memadamkan kobaran api.

"Kita kerahkan sekitar 25 armada dengan kekuatan personel sekitar 79 orang. Sementara ini api berhasil dipadamkan. Pemadaman dibantu dari TNI - Polri," kata Kadis Damkar Makassar, Fadli Wellang kepada CNNIndonesia.com.

Akibat kebakaran tersebut, kata Fadli sekitar 23 petak rumah hangus terbakar. Sedangkan penyebab masih dalam penyelidikan pihak berwajib.

"Penyebab sementara masih diselidiki. Karena tadi sempat mati lampu, kemudian menyala dan terjadi kebakaran," ujarnya.

Fadli menerangkan bahwa proses pemadaman sempat mengalami kendala, karena angin bertiup sangat kencang, sehingga kobaran api sempat semakin besar.

"Kendalanya angin bertiup sangat kencang tadi saat pemadaman. Ini yang mempercepat terjadinya proses kebakaran. Namun, api berhasil dipadamkan satu jam kemudian," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Andi Akbar mengatakan bahwa jumlah rumah yang terbakar belum diketahui. Akibat kebakaran itu sekitar 20 kepala keluarga (KK) terdampak.

"Dalam pendataan, sementara diperkirakan 20 KK," kata Andi Akbar.

Saat ini, kata Andi Akbar pihaknya masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah warga asrama TNI Mattoanging yang terdampak dan penyelidikan penyebab kebakaran tersebut.

"Masih dalam pendataan dan masih dicari tahu penyebab kebakaran," ujarnya.

(mir/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK