BMKG: Ada Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Kalbar pada 1-7 September
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan ada potensi hujan di sebagian wilayah Kalimatan Barat pada 1-7 September 2026.
Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers, Selasa (1/9).
"BMKG memperkirakan potensi hujan dengan intensitas sporadis di sebagian wilayah Kalimantan Barat akan ada pada tanggal-tanggal 1 sampai 7 September ini," kata Berton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hujan sporadis sendiri merupakan hujan yang terjadi secara tidak merata ataupun berlangsung hanya secara sesaat.
Namun, ia menyatakan bahwa akan ada upaya optimalisasi hujan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
"Jadi ini kalau sudah ada nanti potensi ini tentu kami juga akan memanfaatkan ini mengoptimalkan jatuhnya hujan melalui OMC," jelasnya
Ia berharap adanya rekomendasi dari BMKG untuk melakukan operasi udara yang lebih intens. Terlepas dari itu, Berton menyatakan bahwa telah ada upaya OMC yang dilakukan sebelumnya.
"OMC dilakukan satu kali dengan menebarkan 1.600 kg garam," ujarnya.
BNPB melaporkan adanya 30 titik api (firespot) karhutla yang masih menyala di Kalimantan Barat.
"Di Kalimantan Barat kami memonitor adanya 30 titik api dengan kualitas udara umumnya berbahaya, jarak pandang di bawah 1 km," ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa situasi karhutla di Kalimantan Barat masih memerlukan perhatian serius.
BNPB terus melakukan upaya pemadaman dan penanganan. Namun, terdapat sejumlah kendala yang dihadapi satgas dalam upaya penanganan.
"Operasi udara dan darat terus dilaksanakan secara terpadu. Namun demikian, operasi masih menghadapi kendala berupa tingkat daya lihat yang masih rendah visibilitas yang rendah kemudian lahan gambut yang sulit dipadamkan dan keterbatasan sumber air," lanjutnya.

