TNI AL Usut Prajurit Pengawal Arya Wedakarna di Kontes Waria Thailand

CNN Indonesia
Kamis, 03 Sep 2026 14:40 WIB
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Denpasar, Bali, Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa. CNN Indonesia/Kadafi
Denpasar, CNN Indonesia --

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Denpasar, Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa, merespons beredarnya video yang memperlihatkan seorang prajurit TNI AL mengawal anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna (AWK), dalam sebuah agenda di Thailand.

Ary menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah mendalami dan mempelajari keterlibatan prajurit tersebut. Ia memastikan sanksi tegas akan dijatuhkan apabila ditemukan pelanggaran aturan kedinasan.

"Berita terkait viral itu, kita sedang mendalami, kita sedang mempelajari, terutama di pihak lanal sendiri. Nanti kalau memang anggota tersebut terbukti, terbukti bersalah atau atau melanggar hukum, akan kita tindak lanjuti secara prosedur," kata Ary di Mako Lanal Denpasar, Kamis (3/9).

Ary membenarkan pria berseragam dalam video viral tersebut berstatus sebagai anggota aktif TNI AL. Kendati demikian, seluruh aspek penugasannya masih dalam proses pemeriksaan internal.

"Iya memang benar adanya itu anggota TNI AL, akan tetapi sampai saat ini kita masih mendalami. Untuk kedepannya, apapun hasil dari pemeriksaan ini, jika memang terbukti bersalah akan kita tindak sesuai prosedur," imbuhnya.

Lebih lanjut, Ary memaparkan bahwa prajurit bersangkutan memang telah ditugaskan sebagai ajudan AWK sejak setahun lalu. Penugasan itu berdasarkan surat permohonan resmi yang diajukan oleh pihak AWK.

"Untuk perizinan sebatas pemahaman saya itu sejak tahun lalu. Memang sebagai ajudan dari anggota DPD tersebut. Ada surat resminya, makanya ini kita masih dalami hal-hal seperti ini," ujarnya.

Arya Wedakarna sempat buka suara terkait kehadirannya di Thailand bersama pengawalnya dalam kegiatan yang dikaitkan dengan isu Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

Arya mengklaim prajurit tersebut berstatus sebagai pengawal pribadi resmi yang bertugas mendampinginya karena situasi keamanan di Thailand dinilai cukup rawan.

"Memang pengawal pribadi, pengawal saya. Jadi kan mengamankan, kita kan tahu Thailand itu kan suatu wilayah yang agak rawan konflik, kan kita tahu bahwa kemarin kan ada penembakan siswa tentang bullying, kan kita tahu bahwa Thailand dengan Kamboja juga sedang ada konflik ya begitu jadi ya melekat," kata Arya saat dihubungi, Rabu (2/9).

(kdf/gil)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK